Saat korban berusaha mencari alamat yang dimaksud kedua pelaku, tiba-tiba korban dihadang pelaku lain menggunakan sepeda motor di pinggir jalan Desa Kendalrejo Talun kabupaten Blitar.
"Saat itu para pelaku yang berada di dalam mobil maupun yang membawa sepeda motor langsung mengeluarkan korban dari mobil dan sempat menganiaya korbannya hingga akhirnya para pelaku ini kabur membawa kabur Mobil Avanza yang digunakan korban," terangnya.
Lanjut AKBP Slamet Waloya, saat ini penyidik Satreskrim Polres Blitar masih melakukan pengembangan kasus. Termasuk menyelidiki apakah komplotan pelaku perampasan ini pernah melakukan di TKP lain atau tidak.
"Berdasarkan pengakuan pelaku yang telah diamankan mereka merupakan sindikat antar provinsi," imbuhnya.
Sementara berdasarkan pengakuan Ahmad Solikin, sebelumnya ia tak menaruh curiga kepada penumpang travel yang ia bawa. Karena sejak perjalanan dari Lampung ke Blitar para pembegal tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. Namun Ahmad Solikin mulai curiga ketika berada di daerah Talun Blitar kedua pelaku hanya mengajak berputar-putar dan berbelit-belit saat ditanyai alamat rumah yang dituju.
"Bahkan saat saya mau istirahat, mereka melarang saya dengan alasan sudah ditunggu keluarganya. Padahal saat itu saya sudah tidak kuat. Setelah berputar-putas hampir satu jam dan sampai di sebuah tempat yang sepi, barulah terjadi perampasan itu," ungkapnya. (blt1/tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




