NGANJUK, BANGSAONLINE.com - "Bu Khofifah, Bu Khofifah foto dulu bu," seru para pengunjung maupun pedagang saat calon gubernur Jatim nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Wage Nganjuk.
Kehadiran Khofifah sudah dihadang puluhan pengunjung yang didominasi para ibu, saat akan memasuki pintu gerbang utama. Pasar Wage merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Nganjuk.
BACA JUGA:
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Gubernur Khofifah Tinjau Proses Ambil Pin dan Verifikasi Data Calon Murid di 2 Sekolah Madiun
- Jawa Timur Raih Penghargaan Penurunan Pengangguran Terbaik
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
Pasar tradisional merupakan barometer bagi pembeli maupun pedagang keliling karena harga masih bisa terjangkau untuk masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang biasa mengatur kebutuhan ekonomi keluarga.
"Pesan suami saya, jika belanja di pasar tradisional gak usah menawar," kata Khofifah kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (25/3).
Menurutnya, pasar tradisional merupakan sentra kebutuhan pokok masyarakat yang harganya sangat murah dan terjangkau. Bandingkan dengan ritel maupun pasar modern dan di tempat tersebut tanpa ada kesempatan untuk bargaining.
Sebagai tugas pemerintah dalam hal ini adalah infrastruktur yang harus menjadi prioritas bagi pasar-pasar tradisional agar kenyamanan dan keamanan pembeli terjaga.
Digambarkan bahwa kondisi pasar yang becek saat musim penghujan jelas akan mengurangi minat pembeli untuk datang ke pasar, dan peran pemerintah dalam penataan agar perekonomian tetap berjalan layaknya pasar modern.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




