Abdul Halim, SH, MH (kanan) Ketua PD Satria Jatim didamping Sekreyaris PD Jati, Aufa Zhafiri saat menggelar jumpa pers. Foto : DIDI R/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rangkaian bom mengguncang Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo yang menewaskan belasan orang membuat geram banyak pihak. Salah satunya kader Partai Gerindra yang tergabung dalam Satuan Indonesia Raya (Satria).
Sayap pemuda Partai Gerindra itu pun siap membantu pengamanan bila diminta oleh aparat keamanan. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Satria Jatim, Abdul Halim.
BACA JUGA:
- Anggota DPRD Elyas Beri Bantuan ke Lansia Penjual Kopi di Gempol Pasuruan
- Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo Dorong Revitalisasi Perseroda untuk Ketahanan Pangan
- Syawalan PCNU Surabaya-Gerindra, Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Kemaslahatan Umat
- Anggota DPRD Tuban Tri Astuti Safari Ramadan Bersama Yatim dan Kader Partai
Anggota DPRD Jatim ini menilai persoalan keamanan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada aparat keamanan. Sebab warga juga punya tanggung jawab moral untuk menjaga diri serta lingkungan. Terlebih saat ini aparat keamanan juga menjadi korban dan target teror bom. Terbukti adanya serangan bom yang menyasar markas Polrestabes Surabaya.
"Kami siap membantu aparat keamanan dalam melakukan pengamanan kota maupun fasilitas umum dan ibadah. Kami punya kader terlatih yang siap diterjunkan," tutur Halim, Senin (14/5).
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Satria Jatim, Aufa Zhafiri mengungkapkan, pihaknya juga siap melakukan pendampingan kepada warga yang menjadi korban bom. Sebab, korban bom itu tak hanya mereka yang tewas atau luka-luka. Tetapi juga warga yang mengalami trauma dan ketakutan.
Anggota Komisi C DPRD Jatim ini menambahkan, Satria memiliki kader dengan berbagai latar belakang, termasuk psikiater, psikolog dan tenaga medis. Mereka secara sukarela siap melakukan pendampingan dan trauma healing.
"Kalau memang diperlukan kami akan dirikan posko trauma healing untuk warga Jatim yang membutuhkan pendampingan maupun konsultasi pasca teror bom," tegas pria yang akrab disapa Feri itu. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




