Trenggalek Raih Rekor MURI dalam Kesenian Rampak Barong

Trenggalek Raih Rekor MURI dalam Kesenian Rampak Barong Gus Ipin bersama Puti Guntur saat menerima sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di Stadion Menak Sopal Trenggalek, Kamis (31/5). Foto: HERMAN S/BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Meski Moh. Nur Arifin menjabat sebagai Plt Bupati Trenggalek dalam kurun waktu hanya empat bulan, rupanya satu per satu raihan prestasi berhasil ia persembahkan. Salah satunya adalah berhasil menyabet sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) di bidang kesenian Rampak Barong.

Festival Rampak Barong yang diikuti para seniman Barong se-Jawa Timur yang digelar di Stadion Menak Sopal Kabupaten Trenggalek pada akhirnya mampu memecahkan Rekor MURI, Kamis (31/5).

Pecahnya rekor MURI di bidang kesenian ini lantaran jumlah seniman Rampak Barong yang berkumpul di Stadion Menak Sopal, sesuai data dari Museum Rekor Dunia Indonesia, mencapai 2.750 seniman.

Penyerahan sertifikat rekor MURI ini diterima secara langsung oleh Puti Guntur Soekarno yang saat itu hadir di tengah ribuan Rampak Barong. Sertifikat itu kemudian diberikan kepada Plt Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin.

Puti Guntur Soekarno ketika dikonfirmasi terkait pecahnya rekor MURI di bidang kesenian Rampak Barong di Kabupaten Trenggalek ini mengatakan sangat senang dan bangga.

"Ini merupakan potensi budaya Indonesia yang bisa kemudian menjadi potensi kebudayaan kita dan ini harus di jaga," kata Calon Wakil Gubernur dengan nomor urut dua ini usai menerima sertifikat MURI.

Masih kata Puti Guntur, ia sangat mengapresiasi sekali terhadap pemberian penghargaan rekor MURI tersebut. Terutama di saat ini akan memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada 1 Juni besok. 

"Karena bagaimanapun di dalam Pancasila itupun juga kita mengetahui bahwa kita harus menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia," terangnya.

Sementara Plt Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin dikonfirmasi atas capaian rekor MURI ini terlihat bangga. "Hari ini kita pingin meskipun bulan ramadan kita tetap berkebudayaan tapi sekaligus tetap ber-Tuhan," ucapnya.

Gus Ipin, sapaan Plt Bupati Trenggalek ini mengatakan bahwa acara tersebut adalah ngabuburit budaya sekaligus pemecahan rekor.

"Kita juga akan membagi-bagikan takjil sebanyak 5.000 takjil. Kemudian nanti ada ceramah agama yang dilanjutkan dengan doa bersama. Terus kemudian diakhiri dengan Salat Maghrib berjamaah," urainya. (man/ian)