GRESIK, BANGSAONLINE.com - Situs Giri Kedaton di Kecamatan Kebomas Gresik yang biasanya sepi ketika malam hari mendadak ramai pada bulan Suci Ramadan ini. Pasalnya, anak tangga jalan menuju situs peninggalan Sunan Giri tersebut penuh dengan deretan lampu Damar Kurung.
Keindahan lampion khas Gresik, ditambah panorama malam hari dari ketinggian, menjadi daya pikat para pengunjung di acara Festival Damar Kurung.
Baca Juga: Peringati Rebo Wekasan, Warga Suci Gresik Kirab Tumpeng Agung
Ada sekitar 50 Damar Kurung yang digantung pada seuntas tali. Tiap Damar Kurung memiliki empat sisi, yang masing-masing sisinya terdapat cerita mengenai Kota Pudak.
Setiap kali kaki melangkah, mata pengunjung seakan terhenti. Masuk ke dalam kisah-kisah di Damar Kurung.
Maka tak heran, jika festival yang dibuka mulai tanggal 2-17 Juni 2018 disambut antusias oleh masyarakat. Mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa.
Baca Juga: Syukuri Hasil Bumi, Warga Putatlor Gresik Gelar Sedekah Bumi
Damar Kurung merupakan seni lukis asal Gresik yang ada dan dikenal sejak puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu.
Zulfatun Ni’mah, salah satu pengunjung asal Kecamatan Manyar mengungkapkan kekagumannya pada Damar Kurung. Menurut dia, temaram Damar Kurung baginya membuat suasana menjadi romantis dan penuh nostalgia.
"Bagus-bagus Damar Kurungnya. Cerita dalam lukisannya begitu hidup,” ujar mahasiswi cantik salah satu kampus swasta di Gresik ini,.
Baca Juga: Warga Kepatihan Gresik Gelar Sedekah Bumi
Sementara Ketua Pelaksana Festival Damar Kurung Imam Fanani menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan dan melestarikan Damar Kurung. "Kami ingin para pemuda, khususnya di Gresik, semakin cinta dan bangga dengan Damar Kurung," katanya.
Apang, begitu biasa dipanggil, yang juga Ketua Karang Taruna Sekar Kedaton Sidomukti ini mengatakan, Damar Kurung biasanya digunakan untuk menyambut malam Lailatul Qodar pada bulan Ramadan. "Untuk itu, kami sengaja memulai memasang Damar Kurung pada pertengahan puasa hingga lebaran," jelasnya.
Puluhan Damar Kurung yang menerangi jalan menuju Situs Giri Kedaton tak lain merupakan karya buatan pelajar di MTs Sidomukti dan Karang Taruna Sekar Kedaton Sidomukti.
Baca Juga: Lestarikan Budaya, Warga Dooro Gresik Gelar Sedekah Bumi
Sebelum membuat, mereka terlebih dulu diberi Workshop pembuatan Damar Kurung oleh Direktur Damar Kurung Institute Novan Effendy. Dari pelatihan tersebut, lantas para pelajar dan pemuda karang taruna dibantu mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya mengadakan Festival Damar Kurung di situs Giri Kedaton.
Salah satunya Nur Lailatul Hidayah, siswi kelas IX MTs Sidomukti. Dia membuat sebuah Damar Kurung yang menceritakan suasana Bulan Ramadan di Kabupaten Gresik. "Saya melukis tentang suasana bulan Ramadan. Mulai dari ziarah kubur, salat tarawih hingga tradisi malam selawe," ungkapnya.
Laili juga terlihat senang dan bangga ketika karyanya mampu dilihat dan diapresiasi oleh para pengunjung. "Senang kalau ada yang melihat. Semoga Damar Kurung tidak punah dan ada perhatian dari pemerintah daerah," pungkasnya. (hud/rev)
Baca Juga: Thok-Thok: Antara Budaya dan Sekadar Hiburan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News