Tim BHR Kantor Kemenag Tuban saat melakukan pemantauan hilal.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kantor Kementerian Agama Tuban menggelar Rukyatul Hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1939 Hijriah di menara pantau yang berlokasi di kawasan Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Kamis (14/6)
"Ini kewajiban melihat momentum merukyatul hilal untuk penentuan Syawal," ungkap perwakilan Kepala Kantor Kemenag Tuban, Ahmad Badrus Sholeh.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
"Ketinggian hilal menunjukkan 7°. 39.22 derajat, sedangkan untuk Rukyat akan terjadi pada pukul 17.26.47WIB - 17.56.42 WIB bersamaan terbenamnya matahari. Tim BHR ada waktu 29 menit lebih melihat hilal. Jika dikehendaki Allah, hilal muncul di posisi sebelah selatan matahari. Keadaan hilal miring keselatan di posisi 10° 31 45 42. Dan dipastikan masuk awal bulan Syawal terjadi nanti," ungkap tim BHR Kantor Kemenag Tuban Nur Fuad.
"Sampai pelaksanaan rukyat hilal pada pukul 17.26.46 - 17.56.42 WIB usai dengan durasi waktu 29 menit oleh tim BHR Kantor Kemenag Tuban, disimpulkan bahwa Hilal belum wujud di Banyuurip, Tuban," kata Ketua I tim BHR dan Penyelenggara Sariyah Kemenag Tuban, Mashari.
Masrahi mengungkapkan jika di Banyuurip hilal tertutup kabut. Namun, lanjutnya, di tempat lain seperti Gresik dan Makassar sudah dapat melihat hilal.
Rukyatul hilal ini dihadiri perwakilan Forkopimda, Forkopimka, BMKG, MWC NU, MUI Tuban dan perwakilan instansi dan ormas Islam. (ahm/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




