Airlangga Pribadi Kusman, Ph.D, Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair).
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair ini juga menyebut, pernyataan Ketua PC Muslimat Surabaya juga layak dipertimbangkan. Karena, dari track record yang ada, Fandi Utomo punya pengalaman pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surabaya dalam Pilwali 2010 lalu. Sehingga layak kalau ia maju Pilwali Surabaya tahun 2020.
"Tentunya PKB akan lebih mudah mengusung Fandi Utomo karena dia sudah mengetahui medan pertarungan," jelasnya.
Bagi Fandi Utomo sendiri, lanjut Angga, punya pekerjaan berat. Yakni, harus bisa mengonsolidasikan kekuatan-kekuatan politik di kalangan NU. Terlebih lagi, setelah perhelatan Pilkada serentak.
"Karena Pak Fandi tidak berangkat dari politik kalangan NU maka dia kemudian harus bekerja keras untuk membangun dukungan politik di kalangan santri," pungkas Angga.
Sebelumnya, Ketua PC Muslimat Surabaya Lilik Farida menyebut Fandi Utomo layak jadi Wali Kota Surabaya. Hal ini dilontarkan di hadapan ribuan anggota Muslimat yang hadir dalam tasyakuran dan doa bersama pasca Pilgub Jatim di Kawasan Simopomahan, Surabaya.
"Pak Fandi niki calon wali kota tapi dulu. Nanti Pak Fandi harus jadi wali kota Surabaya," kata Lilik disambut tepuk tangan anggota muslimat yang hadir. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




