Sisa Sehari Menjabat, Begini Penghormatan Pemkab Madiun kepada Mbah Tarom

Sisa Sehari Menjabat, Begini Penghormatan Pemkab Madiun kepada Mbah Tarom Bupati Madiun Muhtarom dan Wakil Bupati Madiun Iswanto saat “lung tinampen" (diserahkan pada keluarga) dipimpin Seniman Kirun?.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua puluh lima kereta hias mengantar Bupati Madiun Muhtarom dan Wakil Bupati Madiun Iswanto dalam acara Kirab Boyong Bupati Madiun, yang sudah memimpin madiun selama 2 periode dari 2008 hingga 2018, Kamis (2/8/2018) siang.

Kirab ini sebagai prosesi mengantar Bupati Madiun dua periode untuk boyongan dari rumah dinas ke rumah pribadinya di Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.

Kirab Boyong ini digelar untuk menghormati Bupati dan Wakil Bupati Madiun yang akan menyelesaikan tugas akhirnya sebagai Bupati Madiun pada Jumat (3/8/2018) besok.

Mbah Tarom mengaku sangat senang dan terharu, karena mendapat kejutan dari anak buahnya. Ayah dua anak ini tidak menyangka acara pindahan dibuat semeriah itu.

"Bagi saya ini sangat berarti. Saya merasa dihormati, mendapat apresiasi. Dan saya sangat bangga. Saya pribadi orangnya sederhana, simple gitu aja. Tapi karena ada teman-teman yang menginisasi seperti ini Saya sangat menghormati," kata Muhtarom kepada wartawan.

Ia menuturkan, siang beberapa jam sebelum acara, ia sedang berada di kediamannya, di Dolopo. Tiba-tiba, ia dihubungi dan diminta agar segera ke pendopo.

"Jam setengah satu saya masih di Dolopo, tiba-tiba saya disuruh balik. Ternyata ada surprise. Tentu sangat senang sekali," katanya.

Dia merupakan bupati dan wakil Bupati Madiun pertama yang dibuatkan acara Kirab Boyongan pada saat pindah dari rumah dinas ke rumah pribadi.

"Kalau dulu Pak Mahendra (bupati sebelumnya) cuma naik kereta, lalu ditarik bersama-sama ke alun-alun, kemudian naik helikopter ke Surabaya," katanya.

Sementara itu, Sekda Madiun Tontro Pahlawanto selaku ketua acara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif seluruh SKPD di Kabupaten Madiun.

Selain sebagai wujud apresiasi kepada Muhtarom, sengaja acara pindahan itu dikemas dalam kegiatan budaya, sebagai upaya melestarikan kebudayaan di Madiun.

Tidak dipungkiri selama pemerintahan Muhtarom Iswamto telah banyak mendapat penghaargaan dan juga dari segi pembangunan banyak pembangunan yang monumental dan semua itu berkat sinergi dari seluruh unsur organisasi perangkat daerah. (hen/ian)