Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat foto bersama para anggota Merpati Putih. Foto: dok merpati putih for bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Dr Ir Tri Rismaharini, MT menghadiri "Atraksi Semarak Serentak Merpati Putih untuk Indonesia Jaya" bertempat di halaman depan Ciputra World, Jl Mayjen Sungkono No 89 Surabaya, Minggu (19/8) pagi.
Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengingatkan kepada para pendekar agar tidak mengikuti beladiri Pencak Silat hanya untuk gagah-gagahan. Ia juga berpesan agar ilmu pencak silat yang dimiliki tidak digunakan untuk menganiaya sesama yang notabene adalah sesama bangsa sendiri.
BACA JUGA:
- Dua Pelajar MA di Pasuruan Raih Medali Emas pada Ajang Pencak Silat Internasional
- Dihadiri Wali Kota Kediri, Kejuaraan Pencak Silat Dandim 0809 Cup Tahun 2025 Resmi Dibuka
- Pagar Nusa Cabang Bangil Raih Juara Umum 2 dan 3 di Ajang Kejurda Pasuruan Kidz Competition
- Polres Madiun Tetap Pantau dan Ciptakan Kondusifitas Usai Pembongkaran Tugu Silat
"Kalau memiliki kemampuan lebih seperti Pencak Silat Merpati Putih harus dipakai untuk melindungi diri serta orang lain yang membutuhkan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa atraksi ini bukan ajang untuk pamer kekuatan," kata Risma, sapaan wali kota Surabaya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beladiri pencak silat, khususnya Perguruan Pencak Silat (PPS) Beladiri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih (MP) ini memiliki potensi besar untuk bela negara supaya berjaya. Karena menurutnya, banyak potensi yang dimiliki oleh Merpati Putih yang belum banyak orang yang tahu.
Ketua Cabang PPS Betako Merpati Putih Cabang Surabaya Ir Ary Koesdianto, SH menerangkan potensi yang dimaksudkan itu. Selain untuk beladiri, prestasi dan menjaga kesehatan, MP juga bisa dipakai sebagai pengobatan penyakit tanpa obat, juga bisa membantu para tuna netra dalam membaca.
"Kemampuan MP hingga bisa sampai mendeteksi korban tanah longsor yang terjadi di Bogor Jawa Barat beberapa waktu yang lalu," terang Mas Ari, sapaannya.
Ary menegaskan bahwa Merpati Putih dalam melakukan atraksi tidak menggunakan jampi-jampi atau semacamnya.
"Ini murni mengolah kanuragan, olah penafasan," tegasnya.
Atraksi kali ini melibatkan 200 pesilat Merpati Putih dari beberapa Kolat (kelompok latihan) Cabang Surabaya. Mulai dari Kolat Jl Semarang, PCI, Unair, ITS, Untag, Armatim, Marinir, Satpol PP serta Kolat Cabe Rawit. Sedangkan cabang dari luar Surabaya yang turur mendukung atraksi ini yakni dari Cabang Malang (Kolat alap-alap Kostrad), Kota Malang, dan Kabupaten Probolinggo.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




