Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya menyerahkan penghargaan dan bantuan kepada LVRI Surabaya disaksikan Senior Vice Branch Manager RFB Surabaya Mia Amalia Maleppe dan Pimpinan Cabang RFB Surabaya Leonardo. Rizki Daniarto/ bangsaonline.com
Sedangkan untuk analisanya menggunakan technical, fundamental, dan sentimen pasar. Untuk analisa fundamental, karena emas patokannya Amerika Serikat, maka yang digunakan adalah kebijakan pemerintah AS dan data ekonomi. Menurut Mia, ada empat data penting untuk perdagangan emas, yakni inflasi, tenaga kerja, sektor perumahan, dan suku buka di AS.
Sementara, Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya mengatakan, loco gold merupakan produk dominan, baik di RFB maupun nasional. Sekitar 90 persen produk ini ditransaksikan di RFB. Selain itu, target 1 juta lot untuk tahun 2018 telah tercapai. Dua hari lalu pihaknya malah mencatatkan 1,02 juta lot.
“Kami terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang industri perdagangan berjangka komoditi (PBK). Suatu saat nanti kami yakin akan mengejar industri pasar modal,” ungkapnya.
RFB sendiri adalah perusahaan pialang berjangka nasional terbesar di Indonesia. Saat ini ada 10 cabang yang berdiri dan terus memperluas layanan dan menjangkau nasabahnya. Teddy mengakui, RFB Surabaya memegang peranan pentingdalam pertumbuhan perseroan selama ini.
Di ujung acara, manajemen RFB Surabaya memberikan bantuan dan penghargaan kepada LVRI Surabaya, sekaligus syukuran memotong tumpeng memperingati ulang tahun ke-6.(rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




