Mortir yang ditemukan di Desa Sendangagung masih diselidiki.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Sendangangung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan menemukan empat peledak jenis mortir di lahan perkebunan. Diduga mortir tersebut peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Pihak Polsek Paciran melapor ke Polres Lamongan yang diteruskan ke Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Demam Piala Dunia di Warkop Kabupaten Lamongan, Pengunjung Membludak
- Siaga Musim Kering, Pemkab Lamongan Serahkan Bantuan 328 Alsintan dan 3 Combine Harvester dari Pusat
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
“Kita langsung mengamankan lokasi ditemukan mortir tersebut, kemudian melaporkan ke Pimpinan Polres Lamongan, kemudian menghubungi ke Jibom Poda Jatim,” kata Kapolsek Paciran, AKB Fandhil, Minggu (25/12).
Menurutnya, mortir tersebut ditemukan di lahan milik Kasdono warga Sendangagung Kecamatan Paciran. Saat itu Nurfaidin (41) dan Ponidi (30) sedang membersihkan lahan milik Kasdono yang rencananya akan dibangun perumahan.
Saat Ponidi melakukan penggalian, kemudian menemukan 1 buah mortir yang tertimbun tanah dan selanjutnya diangkat. Setelah penggalian dilanjutkan, ternyata Ponidi menemukan lagi sebayak 3 mortir, tetapi belum berani untuk mengangkat dari timbunan tanah.
Adanya temuan itu, dilaporkan ke Kepala Desa Sendang Agung, Panut Supodo yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Polsek Paciran dan Koramil Paciran.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




