"Ada orang yang cerdas memiliki kecepatan hafalan yang tinggi, tapi banyak riset bahwa orang yang ulet itu jauh lebih menentukan suksesnya dari pada sekadar kerja," ujarnya.
Termasuk soal stabilitas psikologi yang harus dimiliki para siswa. Gubernur Khofifah menilai, melalui karakter tersebut diharapkan mereka bisa mengatur emosi dengan baik.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono menjelaskan, SMAN 3 Taruna Angkasa merupakan sekolah unggulan yang dikelola Pemprov Jatim bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU). Sekolah tersebut mengembangkan pendidikan berasrama dengan memberikan penguatan nilai-nilai kepemimpinan.
"Diharapkan setelah lulus, mereka dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, akademi militer, akademi kepolisian, dan sebagainya," jelasnya.
Soal rencana pembangunan beberapa fasilitas sekolah seperti yang disampaikan Gubernur Khofifah, Hudiyono yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Setdaprov Jatim ini menjelaskan, bahwa rencana tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini.
"Sesuai arahan Ibu Gubernur akan dibangun Kolam Renang dan Asrama Taruna," ujar Hudiyono.
Adapun SMA di Jatim yang dikembangkan dengan bekerja sama dengan TNI terdapat 4 sekolah. Keempat sekolah tersebut antara lain, SMAN Taruna Nala Jatim di Kab. Malang bekerja sama dengan TNI AL, SMAN 3 Taruna Angkasa Jatim di Kab. Madiun kerja sama dengan TNI AU, SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jatim di Kab. Banyuwangi, serta SMAN 5 Taruna Brawijaya Jatim di Kabupaten Kediri bekerja sama dengan TNI AD.
Hadir pada acara tersebut, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setprov Jatim Wahid Wahyudi, Kepala Bakorwil Madiun Gatot Gunarso, Wali Kota Madiun H. Maidi, Kepala SMN 3 Taruna Angkasa Madiun, Didik Wahyu Widayat, serta beberapa Kepala OPD jajaran Pemprov Jatim dan Pemkota Madiun. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




