Rabu, 16 Juni 2021 14:10

Dugaan Gratifikasi Pasir Besi, Selangkah Lagi Tersangka Ditetapkan

Sabtu, 18 Oktober 2014 16:13 WIB
Editor: Nur Faishal
Dugaan Gratifikasi Pasir Besi, Selangkah Lagi Tersangka Ditetapkan
Aktivitas penambangan pasir besi di Lumajang. foto: bpm.jatimprov.go.id

SURABAYA (bangsaonline) - Dugaan gratifikasi eksplorasi pasir besi di Kabupaten Lumajang terus didalami. Informasi terbaru, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mulai fokus membidik siapa yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Artinya, tak lama lagi tersangka akan ditetapkan.

Tim sudah memaparkan semua hasil penyelidikan kasus yang diperkirakan merugikan negara miliaran rupiah ini di hadapan Kepala Kejati Jatim Elvis Johnny dua pekan lalu. Dalam gelar perkara ini, tim menemukan unsur terjadinya pidana. Artinya, kasus ini layak dinaikkan ke tingkat penyidikan (dik).

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Febry Adriansyah tidak membantah juga tak mengiyakan ketika dikonfirmasi informasi tersebut. "Tinggal sedikit lagi," ujarnya. Dia membalas dengan senyuman ketika ditanya apakah tim sudah mengantongi calon tersangka. "Nanti saja kita jelaskan," imbuhnya.

Informasi diperoleh menyebutkan, saat ini tim berupaya mengorek keterangan dari sejumlah saksi. Data yang sudah dikantongi, termasuk dokumen terkait proses izin eksplorasi pasir besi PT Indo Modern Minning Sejahtera (IMMS) dari Pemkab Lumajang, juga ditelaah. Tim juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim untuk mengaudit kerugian negara dalam kasus ini.

BACA JUGA : 

​Gubernur Khofifah Resmikan Wisata Alam dan Wisata Amal Lumajang

PKH Mojokerto Salurkan Donasi Senilai Rp70 Juta Untuk Korban Gempa Bumi di Lumajang

Di Lumajang, Kiai Asep Tawari Beasiswa Anak Suami-Istri yang Meninggal Akibat Tertimpa Batu

Kiai Asep-Gus Barra Buka Bersama Korban Gempa, Sumbang 6 Ton Beras, Mie, Mukena, dan Uang

Sebelumnya, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidana Khusus Kejati Jatim Mohammad Rohmadi menuturkan, izin eksplorasi yang diterbitkan diteken oleh Bupati Lumajang periode 2008-2013. Sesuai ketentuan, seharusnya izin eksplorasi diterbitkan setelah keluarnya dokumen persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dalam hal ini tim penyelidik mengkaji lebih dalam. "Yang pasti izin diteken oleh bupati," ujarnya.

Eksplorasi pasir besi di kawasan selatan Lumajang itu dilakukan oleh PT IMMS sejak tahun 2010 lalu. Pemkab Lumajang menyerahkan kuasa eksplorasi kepada perusahaan berbasis di Cina itu, kendati saat itu banyak ditentang oleh aktivis lingkungan. Selain berpotensi merugikan negara, eksplorasi pasir besi yang diprediksi bernilai triliunan rupiah itu berpotensi merusak lingkungan.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...