Rektor Unej Mohammad Hasan.
Namun nyatanya, kata Hasan, tidak diterima dan oknum tersebut menghilang. Menurutnya, hal semacam ini bisa menimpa siapa saja dan terjadi setiap tahun. “Sehingga kami mengingatkan untuk calon mahasiswa baru, dan orang tuanya, agar lebih hati-hati,” tegasnya.
Menurut Hasan, mahasiswa yang lolos seleksi adalah mahasiswa yang memang berusaha atas upaya dirinya sendiri. “Bukan atas bantuan oknum. Karena jelas tidak ada yang bisa dilakukan oknum untuk membantu peserta. Meski dengan memberikan sejumlah uang,” tukasnya.
"Kalau diterima, ya diterima anaknya itu. Tidak ada harus mengeluarkan uang. Sehingga saya mengimbau, jangan percaya, karena sistemnya sudah berjalan,” sambungnya.
Bahkan hasan mengaku, dua tahun lalu terpaksa memberhentikan secara tidak hormat,oknum di internal Unej yang terbukti melakukan perbuatan semacam ini. “Sehingga saya mendengar tahun ini, ada persoalan yang sama,” tegasnya.
Namun jika yang melakukan oknum di luar Unej, Hasan menyarankan orang tua calon mahasiswa segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. “Jangan percaya dengan kejadian (iming-iming masuk Unej dengan nominal uang, ratusan juta) seperti itu,” pungkasnya. (jbr1/yud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




