si pembunuh, Jutting, Jesse dan polisi saat melakukan evakuasi. foto:repro daily mirror
HONG KONG (bangsaonline)
Manajer bar Ratu Victoria di Wan Chai, Robert van den Bosch mengatakan, dia kenal betul dengan sosok Alice alias Sumarti Ningsih, PSK asal Indonesia yang ditemukan tewas digorok, dan membusuk dalam kopor, di sebuah unit di 60 Johnston Road, Wan Chai.
"Terakhir kali aku melihat Jesse dan ALice pada Jumat malam. Sekarang saya fikir, saya adalah satu dari orang-orang terakhir yang bertemu dengannya sebelum mereka dibunuh. Mereka tidak mabuk sama sekali ketika dia datang ke bar. Setahu saya, mereka tidak pernah di luar kendali.”
BACA JUGA:
- Bisnis Seks di sekitar IKN Turun, Dulu PSK Dapat Rp 20 Juta, Kini Sepi, Kenapa?
- Dua Warga Rusia Didakwa Jual Teman Wanitanya untuk Jadi PSK di Bali
- Kawak Jadi Mucikari, Wanita di Ngawi Jajakan Anak Kandung Sebagai PSK dengan Modus Warkop Tepi Jalan
- Polsek Duduksampeyan Gresik Ungkap Praktik Prostitusi Terselubung di Warung Remang-Remang
“Ningsih atau Alice dan Jesee mempunyai tubuh begitu indah, gadis baik, sangat peduli. Dan dia sangat populer dengan seluruh staf di bar ini. Mereka adalah primadona. Saat mereka akan berangkat ke pesta halloween di New Makati, mereka menghampiri saya yang sedang merokok di luar bar. Mereka pamitan dan mencium dua pipi saya.”
"Namun, beberapa hari berikutnya, mereka tak nampak di bar, kami di bar saling menanyakan, kenapa Ningsih dan Jesse tak ke bar. Kami baru tahu, setelah ada berita mereka dibunuh.”
"Kita juga tahu Jutting, yang diduga membunuhnya. Dia biasa datang di bar, tapi kami tak melihatnya dalam empat minggu belakangan.”
Kabar terkuaknya pembunuhan ini, ketika tubuh Ningsih ditemukan membusuk dalam kopor di balkon apartemen di lantai 31.
Saat ditemukan, kaki dan tangan Ningsih terikat, sedangkan kepalanya nyaris putus karena lehernya digorok.ng
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




