Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi sambutan pada acara Advance Training LK III Badan Koordinasi HMI Jawa Timur di Islamic Center Surabaya. foto: ist
“Forum seperti ini sangat strategis dan penting untuk menyiapkan kaderisasi dimana peserta yang ikut training ini akan menjadi policy maker tahun 2045 saat kita memasuki era Indonesia Emas,” terangnya.
"Mengutip apa yang disampaikan Bung Karno, bahwa ada tiga hal yang harus disiapkan oleh sebuah bangsa yang sedang membangun yaitu human skill investment, material investment, dan mental investment," tuturnya.
Menurut Khofifah saat ini bangsa Indonesia masih harus bekerja keras untuk melakukan ketiganya. Material investment, terkait berbagai pemenuhan kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur. Human skill investment terkait penyiapan ketrampilan manusia Indonesia.
Mental investment terkait dengan karakter manusia Indonesia yang punya kekuatan untuk mewujudkan kedaulatan di bidang politik, kemandirian di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.
"Latihan kader sekelas advance training ini akan dapat melahirkan pemimpin dengan kualifikasi integritas moral dan karakter bangsa yang kuat (mental investment) . Nanti hasilnya akan terlihat saat mereka menjadi pemimpin dan saat melakukan proses pengambilan keputusan strategis nasional - global yang berdampak pada harkat dan martabat bangsa. Inilah bagian dari mental investment yakni penyiapan mental dan karakter pemimpin bangsa ke depan," pungkasnya.
Sementara itu Yogi Pratama, Ketua Umum Badko HMI Jatim mengatakan, training ini bertujuan menciptakan kader-kader pemimpin yang bisa memberikan solusi pada problem kontemporer saat ini. Ia berharap advance training ini menjadi berkualitas apalagi Wilayah Jatim merupakan salah satu pusat pengkaderan HMI terbaik di Indonesia.
Advance training ini tidak hanya diikuti peserta dari Badko HMI Jatim, tapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Aceh, Sulsel-Bar, Jambi dan Kaltim-Tara. (mdr/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




