Kapolres Bangkalan AKBP Boby Paludin Tambunan didampingi Waka Polres Kompol Hendy Kurniawan serta Ketua PCNU KH. Makki Nasir menandatangani prasasti renovasi pembagunan masjid Raudlatul Hidayah, Jum'at (20/09/2019).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - KH Makki Nasir, Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Bangkalan memberikan apresiasi atas kinerja Kapolres Bangkalan selama menjabat 18 bulan di Bangkalan. Apresiasi itu disampaikan langsung KH. Makki Nazir usai tasyakuran renovasi Masjid Raudlatul Hidayah, Jumat (20/9).
Meski bukan asli Jawa Timur, Boby dianggap mampu memahami karakteristik orang Madura. Pada masa kepimpinannya, Boby dapat bersinergi dengan tokoh masyarakat, para kiai, dan ulama.
BACA JUGA:
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
- ABK Kapal Kargo Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Bangkalan
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
“Bahkan saya ingat pertama kali bertugas di Bangkalan, beliau hadir ke acara fenomenal silaturahim dengan anggota PCNU dengan Front Pembela Islam (FPI) di Arosbaya. Dan, itu saya rasa menjadi tugas awal beliau ketika ada di Bangkalan," Kata KH.Makki Nasir
“Penyatuan NU dan FPI itu yang membuat kami terkesan, Alhamdulillah mampu diselesaikan dengan baik. Pak Boby menorehkan catatan yang bagus di Bangkalan, menyelesaikan masalah tanpa masalah," tambah dia.
Menurut KH. Makki, masa kepimpinan Kapolres Boby Paludin ini berat, karena menghadapi Pilkada, Pilpres, dan Pileg. (Bangkalan memiliki sejarah kurang baik terhadap pelaksanaan Pemilu-red).
"Saya atas nama ulama, tokoh masyarakat Bangkalan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap Pak Boby yang telah memimpin Polres Bangkalan yang telah meningkatkan kamtibmas di Bangkalan," ujarnya.
KH Makki berharap kepada Kapolres yang baru nantinya, agar kegiatan yang sudah dibangun oleh Boby dalam bersinergi dengan tokoh masyarakat, kiai, dan ulama di Bangkalan, tetap dijalankan dan dilanjutkan untuk disempurnakan kembali. (uzi/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




