Jumat, 04 Desember 2020 23:48

Kembangkan Pertanian Hidroponik, Polisi di Pamekasan Panen Sayur Dengan Hasil Jutaan Rupiah

Senin, 07 Oktober 2019 18:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Kembangkan Pertanian Hidroponik, Polisi di Pamekasan Panen Sayur Dengan Hasil Jutaan Rupiah
Ipda Yudas, KBO Shabara Polres Pamekasan menunjukkan selada red coral yang baru saja dipanen dari kebun hidroponiknya.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Hobi seorang polisi anggota Polres Pamekasan ini patut dicontoh dan diapresiasi. Namanya Ipda Yudas WK. Ia mengembangkan pertanian Hidroponik di pekarangan rumahnya yang hanya berukuran 4 x 8 meter. Dia menyulap lahan yang dulunya hanya semak belukar untuk bisnis sampingannya.

Keunggulan pertanian sistem hidroponik yakni memanfaatkan pipa sebagai media tanam, tanpa memerlukan tanah. Pertanian hidroponik menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanamannya. Bahkan kebutuhan air pada sistem ini lebih sedikit daripada pertanian di lahan tanah.

Saat ini Ipda Yudas sudah bisa menghasilkan jutaan rupiah dari budidaya sayuran seperti sawi tosakan, selada iceberg, selada keriting, selada red coral, pakcoy, kangkung, dan cabe.

Ipda Yudas WK, yang juga sebagai KBO Shabara di Polres Pamekasan sudah menekuni budidaya pertanian sistem hidroponik ini sudah hampir 10 tahun.

"Saya memanfaatkan lahan yang semulanya lahan tidur dan ditumbuhi semak belukar menjadi lahan pertanian produktif. Oleh karena itu, saya mendorong agar para pemuda tani di daerah Pamekasan bisa bangkit untuk menjadi petani sukses," ungkap Yuda saat ditemui di rumahnya sedang memanen sayurannya, Senin (07/10/19) sore.

Yudas juga menjelaskan, bahwa sayurannya ia jual sendiri ke pasar. Selain itu juga ada penjual bakso yang langsung datang ke rumahnya. "Satu ikat sayur dijual dengan harga Rp 3 ribu," ujarnya.

Berapa modalnya? Ia mengaku mengeluarkan dana sekitar 10 juta, baik untuk beli bibit dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk sistem hidroponik tersebut. Namun untuk saat ini, ia hanya mengeluarkan modal untuk membeli bibit saja.

"Untuk bibit sayurannya saya membeli ke Cianjur dengan harga satu gram Rp. 22 ribu," ungkapnya.

Dengan sistem hidroponik, ia hanya perluh menaruh bibit sayur di atas tisu basah. Selama 4 hari, bibit itu akan tumbuh. "Kalau sudah tumbuh, maka dipindah pada media rockwool yang sudah disiapkan. Kemudian sayur siap panen pada dua puluh hari. Keunggulan sayuran hidroponik ini bisa tahan sampai empat hari tak busuk," ungkap Yudas yang asli Bekasi tersebut.

Sekarang, Yudas mengaku mendapatkan Rp. 5 juta setiap kali panen. "Jadi menanam sayur tidak menggangu aktivitas saya sebagai polisi," pungkas Yudas yang belajar sistem pertanian hidroponik di Bogor tersebut. (yen/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...