Yusuf Hidayat (paling kiri), bonek asal Semampir Surabaya saat memback up kesebelasan kesayangannya di Stadion GBT Surabaya. foto: Istimewa/ BANGSAONLINE.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pernyataan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa soal ada aroma sampah di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, direaksi pihak Pemkot Surabaya.
Namun salah seorang Bonek, Yusuf Hidayat justru heran dengan reaksi anak buah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma yang terkesan 'kebakaran jenggot' dengan pernyataan Khofifah.
BACA JUGA:
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
- Tinjau Pasar Banjarejo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha 2026
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
"Memang bau (sampah) kok! Waktu nonton Persebaya lawan PSS Sleman (Selasa, 29/10/2019) bau sampah juga terasa," katanya pada media di Surabaya, Sabtu (2/11/2019).
"Tidak hanya sekali, beberapa kali saya nonton Persebaya, sebelum masuk stadion (bau sampah) sudah tercium," sambung Bonek asli Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya itu.
Yusuf menegaskan, dirinya tidak dalam posisi membela Khofifah. Tapi sebagai arek Suroboyo dan fans berat Persebaya hanya mengharapkan keseriusan Pemkot Surabaya untuk mengatasi hal tersebut.
"Enggak hanya bau, infrastruktur menuju stadion juga masih kurang bagus, apalagi lahan parkirnya yang masih semerawut," ungkap Bonek yang juga Ketua NU Care-Lazisnu Surabaya tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




