Aji Waseso. salah satu petani di Desa Dawung menunjukkan jagungnya yang dihabisi hama tikus.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan petani jagung di Desa Dawung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terancam gagal panen, lantaran tanamannya diserang hama tikus. Para petani terancam mengalami rugi puluhan juta rupiah.
Sebab, jagung yang ditanam petani itu sudah berusia sekitar 75 hari dan tinggal menunggu waktu untuk bisa dipanen. Namun, wabah tikus menyerang area persawahan dan merusak tanaman warga.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
"Hampir semua tanaman jagung di sini terserang tikus. Bahkan luasnya hampir 8 hektare tanaman jagung yang rusak," ujar salah satu petani di desa setempat, Aji Waseso kepada BANGSAONLINE.com, Senin (11/11).
Aji mengatakan, kawanan hewan pengerat itu menyerang dan memakan bonggol jagung milik warga yang sudah mulai berisi. Akibatnya, jagung-jagung itu tidak bisa dipanen karena bulirnya telah ludes dimakan tikus.
Jika sedang baik, petani bisa memanen jagung sekitar 4 ton sampai 5 ton per hektarenya. Namun, untuk saat ini, warga terancam tidak menuai hasil sama sekali.
"Sebenarnya sebentar lagi sudah bisa dipanen, tapi terlanjur diserang hama tikus. Tikus-tikus itu naik ke batang dan memakan bonggol jagung," imbuhnya.
Berbagai upaya telah dilakukan para petani, seperti memberi racun dan memasang jebakan tikus. Namun, usaha yang dilakukan oleh petani itu tidak membuahkan hasil. Tikus-tikus itu malah datang dengan jumlah yang semakin banyak.
"Warga tiap malam ronda untuk memburu tikus, namun malah semakin banyak saja tikus yang menyerang. Kalau begini terus dimungkinkan (tanaman jagung, Red) akan habis dimakan tikus," imbuhnya.
Para petani akhirnya hanya bisa pasrah melihat tanamannya rusak diacak-acak tikus, sambil berharap ada bantuan dari pemerintah. Kalau tidak, panen jagung yang diidam-idamkan warga hanya tinggal harapan. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




