Tubuh korban yang tercecer dievakuasi petugas.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kecelakaan tragis dialami Wito (77), warga gang Opec RT 002/RW 002, Dusun Krajan Utara, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari. Dia tertabrak kereta Sri Tanjung jurusan Jember Kota - Banyuwangi, Jumat (15/11/2019) malam.
Kakek yang diketahui juga pikun ini ditemukan meninggal dunia dengan bagian tubuhnya berceceran di tiga lokasi berbeda, tepatnya perlintasan kereta api dari stasiun Arjasa hingga stasiun Kotok.
BACA JUGA:
- Nahas! Lansia 73 Tahun di Surabaya Terserempet Kereta Api
- Diduga Tak Dengar Teriakan Penjaga, Lansia di Lamongan Tewas Tersambar KA Sembrani
- Parkir Sembarangan, Sebuah Forklift Tertemper KA Commuter Line di Gresik
- Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor di Jember Tewas Setelah Terlibat Kecelakaan dengan Bus
"Korban diketahui keluar dari rumah sekitar pukul 4 sore. Kemudian, sekitar pukul 17.30 WIB, korban terlihat salat berjamaah di masjid As Salam Desa Bedadung," kata Kapolsek Pakusari AKP Yuliati saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (16/11/2019) pagi.
Kemudian kakek tersebut entah mau ke mana, melintasi rel kereta api tidak berpalang pintu. "Di saat bersamaan ada kereta api Sri Tanjung jurusan Jember Kota-Banyuwangi. Kakek itu tertemper (tertabrak, red) kereta, dan penyebabnya mungkin karena sudah sepuh, pendengarannya lemah dan juga pikun, jadi tidak tahu kalau ada kereta lewat," terang dia.
Akhirnya terjadi laka tersebut, dan menyebabkan beberapa bagian tubuhnya terpotong di 3 lokasi berbeda."Di Kalisat (kawasan stasiun Kotok) tangannya, badannya dan kepala daerah bedadung, dan kakinya satu di Patemon (TKP kecelakaan awal)," sebutnya.
"Selanjutnya jasad korban dijemput istrinya, dan dikenali dari pakaian yang digunakan," sambungnya. (jbr1/yud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




