Nurcahyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malang.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Munculnya bakteri anthrax yang menyerang hewan ternak khususnya sapi belakangan ini, menimbulkan keresahan bagi peternak, tak terkecuali di wilayah Malang. Namun, Nurcahyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malang memastikan bahwa hingga kini Malang masih aman dari Anthrax.
Dihubungi melalui sambungan telpon, Senin (27/1/2020), Nurcahyo yang saat ini bertugas ke Jakarta mengatakan sejauh ini tidak ada tanda-tanda hewan ternak terjangkit bakteri Antrax di wilayah Malang. Hal senada juga disampaikan Anton, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kab Malang.
BACA JUGA:
- HUT ke-45 Tirta Kanjuruhan, Bupati Malang Dorong Penguatan SDM dan Inovasi Layanan
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- 37 Tahun, JADE Indopratama Malang Masuk Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026
- Lalai Tak Kunci Ganda, Motor Mahasiswi Magang di Malang Raib
“Sejauh ini belum ada tanda-tanda atau laporan adanya bakteri anthrax yang menjangkiti sapi-sapi yang akan dipotong,” tutur Anton seraya mengungkapkan bahwa Kantor Bidang Peternakan lokasinya berdekatan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Malang.
Namun demikian, ia menjelaskan jika RPH ini memang tidak langsung di bawah kendalinya. Sebab, RPH ada direktur dan dokter hewan sendiri. Meski begitu, ia menegaskan akan selalu tahu, jika ada sapi yang terdeteksi bakteri anthrax.
“Karena, jika itu terjadi pasti akan dilakukan rapat koordinasi lintas OPD guna menanganinya. Namun sejauh ini, yang saya ketahui tidak terjadi tentang adanya bakteri anthrax tersebut,” singkatnya saat di temui di kantornya. (thu/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




