Ilustrasi
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pasuruan segara membangun gedung Graha Terpadu pada tahun 2020 ini. Tak tanggung-tanggung anggaran yang disiapkan untuk membangun gedung tersebut mencapai Rp 3 miliar bersumber dari APBD.
Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pasuruan Ir. Haryaprianto, Rabu (5/2), gedung Graha Terpadu 3 lantai untuk mendukung pelayanan perizinan bagi para investor, agar lebih nyaman dan prima. "DED sudah rampung, secepatnya akan segera kita launching untuk proses lelang," jelas Hari.
BACA JUGA:
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Gedung itu akan dibangun di sisi Selatan gedung DPMPT (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu). Tujuannya, agar para pemohon izin tidak bolak-balik ke OPD lain.
"Semua SDM atau pegawai dari OPD terkait dengan kegiatan pelayanan akan ditempatkan di sana. Jika tidak ada kendala, bulan April nanti proyek gedung Graha Terpadu akan dilelang di BLP," tambah Hari.
Sementara Wakil Ketua DPRD Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi rencana Pemkab untuk pembangunan gedung Graha Terpadu. Ia menilai hal itu merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam mengurus perizinan agar lebih cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.
Menurut politikus Gerindra tersebut, selama ini pemohon atau pengusaha yang mengajukan izin masih belum terlayani dengan baik. Misalkan saja untuk berkas yang harus disetujui, harus mendapat rekomendasi dari OPD lain yang kantornya terpisah.
"Kantor Graha Terpadu ini diharapkan menjadi solusi dalam pelayanan terpusat di satu titik," jelas Rusdi yang juga Ketua Komisi III, Rabu (5/2). (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




