Buah dada kuadrat. foto: the sun
BANGSAONLINE.com – Adalah Phoebe Ellis (22), seorang fotografer dari Herts, mempunyai 4 buah dada. Dua di lokasi sebenarnya, dan dua lainnya, tempatnya di bawah ketiaknya.
Dia mengaku tak percaya diri dengan kondisi tubuhnya yang unik ini. Bahkan, ia sejak merasakan ketidak pedean itu saat mulai pacaran di usia 16 tahun. Ellis tak pernah membuka baju atasnya, karena malu. Dia pun tak pernah memakai baju yukensi.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Ajak Ratusan Siswa Minum Susu di Jember, Dorong Pemenuhan Gizi Anak
- Sandwich Cumi-Cumi dan Hot Dog Raksasa: 10 Hidangan Paling Unik di Stadion Sepak Bola
- Lucu! Polisi Bagikan Takjil, Pengendara Putar Balik, Jalan Raya Sepi, Mengira Tilang
- Khasiat Minum Susu Campur Kayu Manis, Bantu Tidur Lebih Nyenyak hingga Cegah Penyakit Parkinson
Buah dada yang normal milik Ellis, ukurannya juga cukup wow! Yaitu 32GG. Kalau pun melihat yang dua ini, tentu bikin jakun naik turun.
Tetapi, ketika pandangan diarahkan lebih ke belakang, ada dua lagi buah dada di bawah ketiak kiri dan kanannya. Tentu jakun tak jadi naik turun, malah bisa membuat terperangah.
Ellis yang sangat terganggu dengan dua buah dada ‘hadiah’ ini, mengajukan diri sebagai pasien untuk dilakukan operasi. Tetapi, kalangan dokter menolak operasi itu, dengan alasan hanya karena ‘kosmetik’ atau hanya untuk merubah penampilan.
"Saya merasa seperti monster. Saya bahkan tidak dapat melihat diri saya sendiri karena saya memiliki kelainan bentuk aneh ini. Saya sangat malu. Dan takut kalau-kalau ada orang yang tahu ada yang tersembunyi di balik kaus dan jumper longgar."
"Para pacar saya, tidak ada yang tahu. Saya tidak akan pernah menunjukkannya. Bahkan, ketika kami bercinta, saya selalu pakai kaos longgar."
Ellis sudah mengajukan diri untuk operasi sejak SMP. Namun, jawaban yang didapat sama. Yaitu rumah sakit tak bisa menjalankan operasi, karena hanya untuk tujuan kosmetik. Dokternya mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Tetapi Ellis melihat pertumbuhan yang sama di bawah lengan kanannya tiga tahun kemudian. Maka, Ellis pun tak pernah berenang, memakai yukensi, karena malu. Ellis perlu menunggu 10 tahun untuk diagnosis.






