Bupati Pungkasiadi ketika melepas 40 peserta pelatihan Kepemimpinan Angkatan I Tahun 2020, Rabu (26/2) di Pendopo Graha Maja Tama.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Bupati Mojokerto Pungkasiadi menekankan Aparatur Sipil Negara (ASN)-nya mampu mengintegrasikan dan mengarahkan seluruh SDM pegawai dan cakap dalam berinovasi.
“Tantangan sektor publik makin besar. Pejabat struktural harus punya kemampuan manajerial dan dapat mengarahkan seluruh sumber daya pegawai. Juga, membangun alur pikir dan pemahaman,” tekan wabup pada pembukaan pelatihan Kepemimpinan Angkatan I Tahun 2020, Rabu (26/2), di Pendopo Graha Maja Tama.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
Bupati Pung juga mengimbau selama pelatihan ASN harus berlomba-lomba untuk berinovasi. “Saya tunggu inovasi-inovasi jenengan selesai pelatihan agar masyarakat dapat menikmati hasil inovasi-inovasi kita,” pesan Bupati.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur Aris Agung Paewai hadir dalam acara ini dan menekankan pada para peserta pelatihan, agar menjadi pemimpin yang transformatif, terus berinovasi bagi masyarakat, mewujudkan pemerintahan kelas dunia tahun 2024.
“Dengan adanya industri 4.0, ada tantangan perubahan inovasi yang sangat besar dan mau tidak mau harus dijalankan dengan basis IT. Di sini kita bisa lihat pentingnya kolaborasi dan networking, yang sudah diajarkan di pelatihan ini. Tahun 2024 harus tercapai pemerintahan kelas dunia,” kata Aris Agung. (yep/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




