Bupati Pungkasiadi menyapa warga pada acara Bulan Panutan PBB-P2 Kecamatan Tahun 2020.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Realisasi penerimaan PBB-P2 Buku I, II, dan III Kecamatan Gedeg tahun 2019 masuk peringkat 3 besar dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto. Realisasinya mencapai Rp 1.734.309.190 miliar dari target Rp 1.954.369.388 miliar (87,77 persen).
Menurut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, dengan perolehan ini Kecamatan Gedeg dianggap mampu.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
"Gedeg mampu mencapai Rp 1.734.309.190 miliar atau 87,77 persen dari targetnya. Sehingga masuk 3 besar dari 18 kecamatan, " papar Bambang dalam acara bulan panutan PBB-P2 di Pendapa Graha Adi Praja Desa Bandung Kecamatan Gedeg, Kamis (5/3) pagi.
Untuk tahun 2020 ini, lanjutnya, realisasi pemasukan PBB Kabupaten Mojokerto sampai dengan 4 Maret sudah mencapai Rp 216.378.513, dari target tahun 2020 sebesar Rp 542.388 miliar. "Saat ini kita sedang mencocokkan PBB dengan KTP supaya bisa di-update namanya. Mulai bulan Februari-November akan kami data sebanyak 600 ribu objek pajak," papar Bambang.
Bupati Mojokerto Pungkasiadi hadir pada acara ini. "Peran PBB-P2 sangat penting sebagai pendukung potensi pendapatan. Saya harap Pemerintah Desa dan kecamatan dapat bersinergi dengan Bapenda dalam pelaksanaan dan pembinaan pemungutan PBB-P2," tuturnya.
"Hasil yang diperoleh dari pajak akan kita kembalikan lagi untuk pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat," tutup Pak Pung, panggilan Pungkasiadi. (yep)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




