Pasien ataupun pengunjung juga diperiksa suhu tubuhnya sebagai tambahan informasi.
"Yakni isinya apakah sedang mengalami batuk, pilek, dan demam, juga apakah dalam waktu beberapa hari terakhir telah bepergian jauh, dan darimana? Atau mungkin pernah berinteraksi dengan pasien positif Covid. Sebagai sarana kami untuk membantu screening," ulasnya.
Selain itu, juga para pasien ataupun pengunjung juga diperiksa suhu tubuhnya sebagai tambahan informasi. "Pelaksanaan screening ini sejak tanggal 7 Maret kemarin, dan akan kami lakukan selama masih adanya wabah Virus Corona ini. Tentunya sebagai langkah antisipasi," katanya.
Dokter Bayu juga menjelaskan, langkah litimasi lainnya yang juga dilakukan, yakni soal penjaga pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. "Setiap pasien rawat inap hanya boleh dijaga satu orang (keluarga atau rekan). Tidak boleh banyak orang," ujarnya.
Menurutnya, kecemasan dan rumor akan menghambat usaha untuk memerangi penyakit. "Sehingga kami menghimbau masyarakat untuk jangan panik dan jangan mudah terpancing dengan berita tidak resmi. Mari kita bersatu untuk memerangi COVID-19," pangkasnya. (ata/yud/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




