Sabtu, 23 Januari 2021 17:13

Berkah Corona, Warga Ponorogo Kebanjiran Order Produksi Masker dari Kain Perca

Selasa, 17 Maret 2020 19:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Novian Catur
Berkah Corona, Warga Ponorogo Kebanjiran Order Produksi Masker dari Kain Perca
Permintaan masker melonjak, Yutina kebanjiran order.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Mewabahnya virus corona (covid-19) hingga membuat kekhawatiran di masyarakat, menjadi berkah tersendiri bagi seorang warga Ponorogo pembuat masker berbahan kain perca. 

Pasalnya, ia malah justru kebanjiran order karena masker yang dibuatnya merupakan ramah lingkungan yang bisa dicuci dan dipakai lagi.

Adalah Yutina, ibu dua anak yang bertempat tinggal di Kelurahan Bangunsari Ponorogo ini membuat masker berbahan dasar kain perca atau kain sisa yang biasanya hanya dibuang begitu saja. Kain-kain itu disulapnya menjadi masker ramah lingkungan.

Masker buatannya dijual dengan harga Rp 10 ribu per bijinya. Di dalam masker ini juga bisa diisi tisu, sehingga udara maupun bakteri bisa tersaring dan diserap masker secara maksimal. 

"Selain itu, masker juga bisa dicuci dan dipakai lagi. Lain halnya dengan masker yang dibeli di toko dan apotek yang hanya sekali pakai dan apalagi sudah mulai langka," jelasnya.

Proses pembuatannya pun sangat mudah, yakni hanya memerlukan penggaris, kapur, gunting, pola, dan jarum. Kain perca diukur dan dibuat pola masker, setelah itu kain dipotong dan dibentuk lalu dijahit menggunakan mesin jahit ataupun manual.

Selain mudah, bahan yang diperlukan pun sangat murah. Bahkan dalam sehari, Yutina yang juga melibatkan anggota keluarganya dalam proses pembuatannya mampu meproduksi hingga 150 masker.

Meski baru dua minggu membuat masker berbahan dasar kain perca, namun, Yutina sudah kebanjiran pesanan baik dari Ponorogo maupun luar Ponorogo.

"Di apotek kan masker sekarang sudah langka. Saya iseng buat, lalu di-upload, kok banyak peminatnya. Pembeli banyak yang minta warna polos. Kelebihannya ada benjolan kain, dalemnya bisa dikasih tissue,  itu sudah standar kesehatan," imbuhnya. (nov/rd)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...