Rabu, 30 September 2020 22:12

Berkah Corona, Warga Ponorogo Kebanjiran Order Produksi Masker dari Kain Perca

Selasa, 17 Maret 2020 19:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Novian Catur
Berkah Corona, Warga Ponorogo Kebanjiran Order Produksi Masker dari Kain Perca
Permintaan masker melonjak, Yutina kebanjiran order.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Mewabahnya virus corona (covid-19) hingga membuat kekhawatiran di masyarakat, menjadi berkah tersendiri bagi seorang warga Ponorogo pembuat masker berbahan kain perca. 

Pasalnya, ia malah justru kebanjiran order karena masker yang dibuatnya merupakan ramah lingkungan yang bisa dicuci dan dipakai lagi.

Adalah Yutina, ibu dua anak yang bertempat tinggal di Kelurahan Bangunsari Ponorogo ini membuat masker berbahan dasar kain perca atau kain sisa yang biasanya hanya dibuang begitu saja. Kain-kain itu disulapnya menjadi masker ramah lingkungan.

Masker buatannya dijual dengan harga Rp 10 ribu per bijinya. Di dalam masker ini juga bisa diisi tisu, sehingga udara maupun bakteri bisa tersaring dan diserap masker secara maksimal. 

"Selain itu, masker juga bisa dicuci dan dipakai lagi. Lain halnya dengan masker yang dibeli di toko dan apotek yang hanya sekali pakai dan apalagi sudah mulai langka," jelasnya.

Proses pembuatannya pun sangat mudah, yakni hanya memerlukan penggaris, kapur, gunting, pola, dan jarum. Kain perca diukur dan dibuat pola masker, setelah itu kain dipotong dan dibentuk lalu dijahit menggunakan mesin jahit ataupun manual.

Selain mudah, bahan yang diperlukan pun sangat murah. Bahkan dalam sehari, Yutina yang juga melibatkan anggota keluarganya dalam proses pembuatannya mampu meproduksi hingga 150 masker.

Meski baru dua minggu membuat masker berbahan dasar kain perca, namun, Yutina sudah kebanjiran pesanan baik dari Ponorogo maupun luar Ponorogo.

"Di apotek kan masker sekarang sudah langka. Saya iseng buat, lalu di-upload, kok banyak peminatnya. Pembeli banyak yang minta warna polos. Kelebihannya ada benjolan kain, dalemnya bisa dikasih tissue,  itu sudah standar kesehatan," imbuhnya. (nov/rd)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Rabu, 30 September 2020 20:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Pada tahun 90-an. Saat itu saya baru nikah. Saya bersama beberapa anak muda nongkrong di warung kopi. Tak jauh dari rumah. Warung itu terletak di pinggir jalan. Sekitar 300 meter dari Fakultas Kedokteran Universitas Ai...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...