Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief saat memberikan bantuan uang saku kepada para napi yang bebas dalam program asimilasi.
Saat ditanya mengenai sumber anggaran bantuan kepada napi itu sendiri, pejabat yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah itu mengaku tidak tahu pasti meski terlihat bantuan itu diberikan dalam amplop dengan kop Bupati Jember.
"Saya belum tahu pasti. Tetapi kalau tidak salah ini diambilkan (dari) dana operasional Bupati kemarin itu. Tapi saya nggak tahu untuk selanjutnya, mungkin nanti bisa langsung tanya ibu bupati ya," pangkasnya.
Sementara Kepala Lapas Kelas IIA Jember Yandi Suyandi mengaku cukup terbantu dengan hadirnya Pemkab Jember yang memberikan bantuan kepada para napi asimilasi. Karena menurutnya, bantuan yang diberikan akan meminimalisir adanya tindak kejahatan yang akan dilakukan oleh napi asimilasi seperti yang terjadi di daerah lain.
"Itu kan (napi asimilasi yang melakukan kejahatan) dia pulang tidak ada perhatian, jadi kalau pemerintah daerah sudah memperhatikan seperti ini, diantar, diberikan sangu (uang saku, red) saya rasa dia tidak ada masalah sampai di rumah. Yang repot itukan dilepas begitu saja," ujarnya.
"Hari ini bertambah lagi satu orang (dibebaskan), setelah kemarin (Jumat, red) ada sekitar 21 orang yang mendapat asimilasi," imbuhnya. (ata/yud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




