Jumat, 04 Desember 2020 15:49

Relawan Covid-19 Curhat Banyak yang Protes Perbedaan Bansos, Ning Ita: Masyarakat Harus Legowo

Jumat, 15 Mei 2020 14:01 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Rochmad Aris
Relawan Covid-19 Curhat Banyak yang Protes Perbedaan Bansos, Ning Ita: Masyarakat Harus Legowo
Ning Ita, Wali Kota Mojokerto saat menerima curhatan dari para fasilitator.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meminta warga untuk bersabar karena penyaluran bantuan sosial masih terus berlangsung. Di tengah kondisi penyaluran bantuan itu, perwakilan dari fasilitator ataupun relawan curhat ke Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, terkait situasi di lapangan yang mereka hadapi.

Salah satu perwakilan fasilitator, Triono mengatakan, masih banyak dijumpai warga yang menerima bantuan mengajukan protes karena perbedaan bantuan sosial yang didapatkan. "Kami ke sini, ingin meminta arahan terkait kondisi di lapangan kepada ibu wali kota," ujarnya.

Bertempat di Rumah Rakyat Hayam Wuruk 50 Magersari, Ning Ita menampung semua aspirasi dari para relawan. Hal ini tidak lepas dari permintaan agar pemerintah dapat memverifikasi data dengan cepat, tepat, dan akurat agar semua warga dapat merasakan bantuan sosial yang diberikan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah.

"Sebenarnya, jenis bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 itu banyak. Ada bantuan sembako, uang tunai, dan masih banyak lainnya. Namun, ada sebagian warga yang memaksa ingin menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu. Padahal, rezeki itu sudah ada yang mengatur. Jadi, kami mohon kepada warga untuk lebih legowo," tegas Ning Ita, Jumat (15/5/2020).

Dirinya, meminta kepada warga agar tidak bertindak di luar kewajaran. Seperti merusak kendaraan dari para relawan atau fasilitator, dan yang lainnya. "Kami mohon, agar warga lebih mengerti. Jangan bertindak di luar kewajaran. Para fasilitator ini juga manusia biasa, dan juga sistem yang ada memiliki kelemahan. Mohon pengertiannya," imbuhnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19. Anggaran bantuan tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD), serta anggaran dari pemerintah pusat.

Sementara itu, ada pula bantuan sosial dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jatim yang diberikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), senilai Rp 300 ribu.

Kemudian, untuk selain penerima bantuan program KKS, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan langsung tunai di Kantor Pos kepada 11.556 penerima. Bantuan sosial tersebut, senilai Rp 600 ribu akan disalurkan selama tiga bulan terhitung mulai bulan April. 

"Kami ingin semua warga Kota Mojokerto yang terdampak, dapat tercover bantuan itu, dan kami mohon agar mensyukuri apa pun jenis bantuan yang diterima dari pemerintah," pungkasnya. (ris/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...