H. M. Sudiono Fauzan, Sekretaris DPC PKB Pasuruan saat memberikan penjelasan terkait acara halal bihalal yang disorot netizen.
Sudiono menegaskan, semua yang hadir membawa masker, namun beberapa dilepas dan beberapa digeser ke bawah karena sedang memulai makan. Bahkan, kata dia, protokol masuk ke kantor sangat ketat, seperti cek suhu tubuh, dan wajib cuci tangan.
"Dari sisi itu sebenarnya nggak ada masalah, sesuai protokol. Apalagi Pak Bupati. Pak Bupati orangnya sangat ketat, sangat disiplin. Saya sendiri 3 bulan nggak bisa salaman," sambungnya.
Terkait caption yang ia tulis dalam unggahan, ia mengatakan semuanya menjadi tanggungjawabnya sebagai pemilik akun. "Aslinya itu acara makan siang ketupat lontong. Soal 'halal bihalal', itu label dari saya, aslinya itu acara makan ketupat sambil ngobrol," lanjutnya.
Menurut Sudiono, selama ini tradisi halal bihalal dilakukan keluarga besar PKB. Halal bihalal tahun ini tidak digelar karena COVID-19.
"Terus ada kata multi. Multi job, multi label, dan multi menu. Maksudnya satu orang yang hadir itu mewakili ribuan orang. Karena tradisinya kita, habis Lebaran mengadakan halal bihalal. Ansor halal bihalal, NU halal bihalal dan yang lain. Karena ini masa COVID-19 akhirnya diwakili 1 orang," pungkasnya. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






