Selasa, 14 Juli 2020 07:18

​Pria Tercepat Kemungkinan Dilarang Ikut Olimpiade, karena ‘Hindari’ Tes Doping

Rabu, 17 Juni 2020 14:56 WIB
Editor: Choirul
​Pria Tercepat Kemungkinan Dilarang Ikut Olimpiade, karena ‘Hindari’ Tes Doping
Digagalkan karena konspirasi? foto: lestrun.com

BANGSAONLINE.com – Juara dunia sprint 100 meter Christian Coleman dari AS, kemungkinan dihukum 2 tahun dilarang bertanding. Ini artinya, dia akan kehilangan momen Olimpiade Tokyo. Pasalnya, dia tidak ada di rumah, saat tim dopping hendak memeriksanya. Bukan hanya itu, ini terjadi dalam tiga kali pemeriksaan berturut-turut.

Pada Selasa malam, Athletics Integrity Unit (AIU) menuduhnya gagal tes dopping pada 9 Desember 2019. Karena keberadaannya tak ditemukan dalam 12 bulan terakhir. Coleman kini menghadapi larangan olahraga hingga dua tahun - yang akan membuatnya absen dari Olimpiade yang dijadwalkan ulang di Tokyo tahun depan. AIU belum mengumumkan penangguhan sementara.

Coleman mengatakan, saat itu ia tidak ada di rumah, ketika petugas kontrol dopping (DCO) mencoba mengujinya. Pasalnya, ia sedang berbelanja Natal di sebuah mal, hanya lima menit ditempuh dari rumahnya.

Coleman tidak yakin apakah penguji datang benar datang ke rumahnya. Dia mengatakan alamat DCO yang tercantum pada formulir bukanlah alamat rumahnya. Dia juga mengatakan bahwa DCO tidak pernah berusaha memanggilnya, sebagaimana yang ditulis DCO dalam laporan mereka.

“Saya telah dihubungi melalui telepon secara harfiah setiap kali saya diuji,” tulis Coleman.

Dalam olahraga Olimpiade, pengujian obat di luar kompetisi adalah bagian yang sangat penting dari pekerjaan atlet. Atlet harus memberi tahu otoritas anti-dopping di mana mereka berada setiap hari sepanjang tahun, sehingga dapat sewaktu-waktu dites narkoba. Jika penguji narkoba muncul ke lokasi itu dan Anda tidak tersedia untuk tes, maka hal itu dicatat sebagai "kegagalan keberadaan".

Christian Coleman meraih juara pertama, di tahun 2018.

Dari dua kegagalan Coleman sebelumnya, satu adalah tes yang tidak terjawab (16 Januari 2019) dan satu adalah kegagalan pengarsipan (26 April 2019, padahal deadline 1 April 2020).

Coleman mengklaim kembali ke rumah tepat jam 7:15 - 8:15 malam. Tetapi ia tidak melihat DCO. Sementara DCO mengklaim bahwa mereka berada di kediaman Coleman selama satu jam penuh.

Coleman adalah juara dunia 2019. Di bulan ini dia adalah yang kedua terancam diskors, setelah pada tanggal 5 Juni kemarin, juara dunia 400 meter wanita Salwa Eid Naser diskors karena juga tiga kali gagal tes dopping.

Sumber: lestrun.com
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...