Senin, 12 April 2021 20:39

Tafsir Al-Kahfi 23-24: Doa Husnul Khatimah untuk Orang yang Sudah Wafat, "Sia-sia"

Sabtu, 20 Juni 2020 21:29 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 23-24: Doa Husnul Khatimah untuk Orang yang Sudah Wafat, "Sia-sia"
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

23. Walaa taquulanna lisyay-in innii faa’ilun dzaalika ghadaan

Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi,”

24. illaa an yasyaa-a allaahu waudzkur rabbaka idzaa nasiita waqul ‘asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadaan

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 51-53: Memberitahukan Amal Sendiri

Tafsir Al-Kahfi 50: Kabinet Dalam Pemerintahan Iblis

Tafsir Al-Kahfi 50: Bertuhan Kepada Iblis dan Keluarganya

Tafsir Al-Kahfi 47-49: Komputer Mahadigital

24. illaa an yasyaa-a allaahu waudzkur rabbaka idzaa nasiita waqul ‘asaa an yahdiyani rabbii li-aqraba min haadzaa rasyadaan

kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”

TAFSIR AKTUAL

Kini kita angen-angen ucapan seseorang yang biasa ada di media sosial terkait berita duka. Begitu membaca postingan bahwa Si Fulan wafat, lantas mendoakan: ... semoga HUSNUL KHATIMAH, dan seterusnya. Sungguh doa yang baik, tapi tidak realistis dan sia-sia, karena sudah lewat.

Husn artinya bagus. Khatimah artinya akhir. Akhir hayat yang baik, dalam keadaan baik saat nyawa dicabut. Atau Happy Ending. Semua manusia pasti mengalami akhir kehidupan, alias mati. Dalam agama, ada sifat kematian yang bagus (husnul khatimah) seperti menyebut asma Allah, lalu wafat, dan ini yang sangat sangat kita harap. Amin. Dan ada juga yang buruk (su' al-khatimah). Seperti sedang pesta minuman keras. Na'udz billah. Itu semua sekadar tanda lahiriah. Hakikatnya hanya Tuhan sendiri yang mengerti.

Jadi, label atau cap HUSN (bagus) atau SU' (buruk) itu ada menyertai kematian (al-khatimah) tersebut. Selesai kematian, maka tidak ada lagi label susulan, karena sudah dilabel, sudah dicap, sudah terjadi, dan tidak bisa diubah. Kalau mau mengubah status su'ul khatimah menjadi husnul khatimah ya harus dihidupkan lagi. Lalu berucap "Allah" dan langsung mati. Meski Tuhan maha kuasa, tapi itu jauh dari mungkin.

Jadi, doa semoga husnul khatimah itu sesungguhnya untuk orang yang masih hidup atau menjelang kematian, seperti sakit parah. Atau berdoa untuk diri sendiri: "Ya Allah beri kami akhir hayat yang bagus. Atau meminta orang lain mendoakan dirinya: "Tolong, doakan kami semoga husnul khatimah". Lalu bagaimana?

Ya, ikut tuntunan Rasulullah SAW. Yaitu memohonkan ampunan dan segala kebajikan akhirat untuk si mayit. "allahumm ighfir lahu wa irhamhu ..." dan seterusnya. Apapun sifat kematian si mayit, husnul khatimah atau su'ul khtimah, jika Tuhan berkenan mengampuni, maka baguslah baginya. Justru ampunan dan diterima di sisi-Nya itulah yang utama.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...