Kamis, 13 Agustus 2020 09:09

Kopiah "M Thoib" asal Kota Kediri, Tetap Laris Berkat Inovasi Motif dan Model

Sabtu, 04 Juli 2020 22:06 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Kopiah "M Thoib" asal Kota Kediri, Tetap Laris Berkat Inovasi Motif dan Model
Elva Nur Aini Shobah, meneruskan usaha bapaknya.

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kopiah identik dengan tutup kepala yang itu-itu saja. Di tangan Elva Nur Aini Shobah (39 tahun), kopiah yang sudah turun temurun jadi usaha keluarga menjadi kekinian dan tampil beda.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri memberi perhatian usaha ini dengan memfasilitasi pengurusan legalitas pembuatan Commanditaire Vennootschap (CV) secara gratis. Sedangkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) memfasilitasi pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) atas kreasi dari Elva.

Merek kopiah M Thoib asal Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, sudah cukup dikenal di masyarakat seputaran Kediri. M Thoib, merupakan usaha turun temurun yang dimulai oleh Mansyur. Ia memulai usahanya di rumah, Singonegaran, Kota Kediri. Kemudian tahun 1994 diteruskan oleh anaknya, M. Thoib dan menggunakan nama ini menjadi merek. Pada era 90-an, usaha kopiah milik M. Thoib mengalami kejayaan.

“Kami sampai memperkerjakan hingga 5 orang,” kata Elva Nur Aini Shobah (39), Sabtu (4/7). Elva merupakan anak dari M. Thoib yang kini memegang usahanya. Kondisi paling ramai adalah saat masa giling pabrik gula yang banyak terdapat di wilayah Kediri. Para pedagang mendatangi rumah M. Thoib untuk menjadi reseller.

Seiring waktu, usaha kopiah M. Thoib mengalami stagnasi. Terlebih setelah M. Thoib sakit. “Kopiah sempat tidak begitu populer lagi. Selain itu, saingan usaha bukan datang dari Kota Kediri, tapi juga dari Gresik, yang memang dari dulu dikenal sebagai sentra pembuatan kopiah,” kata Elva.

Mendengar kabar kalau bapaknya sakit, anak dari M Thoib yang setelah menikah mengikuti suami pindah ke Kalimantan ini memutuskan untuk pulang kampung, meneruskan usaha kopiah milik bapaknya. Rupanya, campur tangan dari Elva membuat kopiah M. Thoib kembali menemukan pasarnya.

“Saya kreasi model dan corak dari lebih modern dan keren,” jelas Elva. Kopiah M. Thoib digemari kembali. Per bulan, Elva bisa menjual produknya hingga 100 buah kopiah. Namun begitu pandemik terjadi, penjualannya langsung merosot tajam, hanya 30 buah kopiah per bulan.

Hanya saja, itu tak membuatnya surut. Ia tetap berusaha untuk meningkatkan kreasi usahanya. Selain kopiah, ia juga membuat ragam produk yaitu sorban, sajadah, sarung, dan baju muslim. Keragaman produk ini juga membuka pasar lebih luas. Elva rajin mengikuti berbagai pelatihan, pendampingan, dan promosi UMKM yang banyak diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta.

“Kalau legalitas, saya banyak dibantu oleh Dinas Koperasi Kota Kediri. Kami dibuatkan CV gratis. Selain itu, Disperdagin juga menguruskan HAKI. Itu bantuan penting buat M. Thoib,” kata Elva.

Elva tetap mempertahankan nama M Thoib karena sudah telanjur populer dan terkenal secara kualitas. Kopiah M. Thoib berbahan kain keseluruhan, tidak seperti kopiah kebanyakan yang dalamnya ada bahan kartonnya. Kainnya pun kuat, tebal, dan mempunyai corak kekinian. Meski Elva juga tetap memproduksi kopiah konvensional berbahan beludru hitam. Kopiah corak dihargai Rp 80 ribu, sedangkan yang hitam dihargai Rp 120 ribu. Kalau paket kopiah dan sorban dihargai Rp 200 ribu. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...