Minggu, 09 Mei 2021 20:01

Ketua Pagar Nusa Jatim: Kalau Pendekar Arogan, Berarti Salah Asuh, yang Salah Pelatihnya

Sabtu, 12 September 2020 21:46 WIB
Editor: MMA
Ketua Pagar Nusa Jatim: Kalau Pendekar Arogan, Berarti Salah Asuh, yang Salah Pelatihnya
Para peserta sertifikasi pelatihan yang digelar PW Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur di Graha Ansor Jatim di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu-Ahad (12-13/9/2020). foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengurus Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur menggelar Sertifikasi Pelatih yang diikuti 150 peserta dari semua cabang daerah Jawa Timur. Pelatihan pelatih pencak silat dengan prosedur protokol kesehatan itu digelar di Graha PW Ansor Jatim Kantor PWNU Jatim Jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya mulai Sabtu hari ini hingga Ahad (12-13/9/2020).

Ketua PW Pagar Nusa Jatim H. Abd Muchid menegaskan sertifikasi pelatih ini penting bukan hanya untuk melatih kemampuan para pelatih secara fisik, tapi juga menggembleng mental sekaligus membangun watak mereka sebagai pelatih yang memiliki karakter.

BACA JUGA : 

​PSHT dan Pagar Nusa Jember Sepakat Serahkan Persoalan Anggota ke Pihak Berwajib

Buntut Ricuh Antar Perguruan Silat di Tuban, Ketua Panitia Kopdar Ditetapkan Jadi Tersangka

Arogan di Jalan, Ratusan Anggota Pencak Silat di Tuban Keroyok Perguruan Lain, 3 Orang Luka

Raker Pagar Nusa Sidoarjo Gagas Pendekar Digital, Penguatan Intelektual, dan Kearifan Lokal

(Ketua PW Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur Abd Muchid (kanan) dan Wakil Ketua Pagar Nusa Jawa Timur, M Mas'ud Adnan,  foto: ist/ bangsaonline.com). 

Ia mengaku prihatin dengan beberapa peristiwa pemain pencak silat dan para pendekar yang belakangan ini sering menyerang dan menciptakan kerusuhan di beberapa daerah.

"Pendekar itu bukan orang cari musuh, tapi kalau ditantang orang tidak mundur," kata Abah Muchid - panggilan pendekar asal Mojokerto Jawa Timur itu kepada BANGSAONLINE.COM di sela-sela acara, Sabtu (12/9/2020).

Menurut dia, kalau ada pendekar atau pemain silat arogan, berarti yang salah pelatihnya.

"Berarti dia salah asuh," tegasnya.

Karena itu Pagar Nusa melarang para anggotanya bikin onar dan menyerang orang lain tanpa alasan jelas. Apalagi menyerang penduduk tak berdosa. 

"Pelatih itu bukan hanya bisa menendang, tapi mampu menanamkan karakter dan budi luhur," kata Abah Muchid.

Menurut dia, Pagar Nusa tidak hanya mengajarkan pencak silat agar para anggotanya punya keterampilan seni olahraga bela diri dan juara di berbagai event, tapi juga punya misi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), mengingat perguruan silat adalah badan otonom di bawah naungan organisasi keagamaan terbesar Nahdlatul Ulama (NU).

Karena itu Pagar Nusa juga menagajarkan ketabiban, kerohanian, dan ilmu-ilmu keterampilan lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 

"Pelatihan ini akan kita perkuat ke daerah-daerah agar para anggota Pagar Nusa memiliki akhlak dan budi luhur dan para pelatihnya bisa menanamkan karakter yang baik," tegas Abah Muchid. (mma)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...