KH Said Aqil Siradj saat menemu Agung Laksono di kantor PBNU. Foto: detik.com
BangsaOnline-Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mendukung agar dua kubu di partai Golkar, Kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie, bisa sepakat islah. Said bahkan mengajak agar Golkar mau islah di kantornya.
Pernyataan ini dilontarkan Kang Said –panggilan akrab Said Aqil Siradj-ketika menerima Agung yang ingin silaturahim di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2015) siang tadi. Dia sempat memberikan wejangan-wejangan kepada Agung agar mampu menurunkan ego kedua belah pihak.
BACA JUGA:
- Juga Beredar Surat PBNU Tanda Tangan Tunggal Gus Yahya, Tanpa Rais Aam, untuk Presiden
- Soal Isu Penggulingan Prabowo pada Juni-Juli, Ini Kata Golkar dan Istana
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
“Kalau kedua belah pihak, kami menyepakati menyelesaikan sesuai dengan surat dari Menkumham saja, jadi lewat islah atau kalau itu gak tercapai maka kami memakai jalur pengadilan,” kata Agung menjawab pertanyaan wartawan.
“Kalau mau di sini (di kantor PBNU) silahkan (islahnya),” tiba-tiba Kang Said menimpali.
Kang Said menawarkan kantorPBNU karena, menurut dia, di tubuh Golkar banyak kader yang berlatar belakang NU. Itu sebabnya dia bersedia menjadi semacam penengah untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan antara Ical dan Agung.
Menanggapi hal tersebut, Agung hanya tertawa. Menurut dia, proses islah tetap berjalan dan sudah ada kemajuan meski memang terbilang sangat lamban. Hingga saat ini konflik di tubuh Golkar masih menunggu keputusan pengadilan negeri. Dia berharap proses tersebut selesai di tingkat pengadilan negeri dan tidak ada gugat menggugat.
“Kami berharap cukup sampai pengadilan negeri saja, tapi ini hak hukum ya bisa saja jika memang ada yang ingin mengajukan sampai MA, yang jelas totalnya enggak boleh lebih dari 90 hari,” tutur mantan Menkokesra itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




