GRESIK (BangsaOnline) - Demo yang dilakukan puluhan warga Desa Setrohadi Kecamatan Duduksampeyan yang meminta agar PT KAI (Kereta Api Indonesia) dan Dishub (Dinas Perhubungan) membuatkan palang pintu KA di lintasan real KA di desa mereka, manjur.
Buktinya, PT KAI dan Dishub pada tahun 2015 akan membangunkan tiga palang pintu KA di wilayah Kecamatan Duduksampeyan. Penegasan itu disampaikan Kepala Dishub Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya usai mengikuti sosialisasi keselamatan perkeretaapian di Desa Setrohadi Kecamatan Duduksampeyan, Kamis (29/1).
Baca Juga: Selama Uji Coba, Operasional KA BIAS Tuai Respons Positif Masyarakat di Daop 7
Menurut Andhy, pembangunan tiga palang pintu yang kesemuanya didanai oleh PT KAI itu akan ditempatkan di tiga lokasi. Pertama, di lintasan KA di Desa Setrohadi. Kedua, perlintasan KA di Desa Tambakrejo. Dan, ketiga lintasan KA di Desa Tumapel Kecamatan Duduksampeyan.
"Tiga desa yang dilintasi rel KA itu akan kami pasang palang pintu biar tidak lagi memakan korban," jelasnya.
Andhy mengaku belum mengetahui teknis penjagaan tiga palang pintu KA di wilayah Duduksampeyan tersebut. Apakah pegawainya akan diambilkan langsung dari pegawai PT KAI, atau rekrutmen warga sekitar, termasuk penggajian mereka.
"Untuk teknisnya, nanti PT KAI yang mengaturnya," terang mantan Asisten II Pemkab Gresik ini.
Ditambahkan Andhy, tahun ini di Jawa Timur PT KAI mengalokasikan pembangunan lima palang pintu KA di lima lokasi. Tiga palang pintu KA dibangun di wilayah Kecamatan Duduksampeyan dan dua sisanya di kabupaten/kota lain yang dilintasi KA.
Baca Juga: Peringati Sumpah Pemuda, PT KAI Daop7 Madiun Adakan Lomba Paskibra Tingkat Pelajar
"Pembangunan tiga palang pintu KA di wilayah Duduksampeyan itu bukti kepedulian pemerintah merespon tuntutan warga agar lintasan KA tanpa palang pintu tidak terus-terusan memakan korban," pungkasnya.
Sementara Dinas Perhubungan LLAJ Propinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik lakukan sosialisasi dengan sejumlah masyarakat dan pemuda dari sejumlah desa di Kecamatan Duduksampeyan di Desa Setrohadi, Kamis(29/1). Sedikitnya, ada 5 desa di wilayah Duduksampeyan yang masyarakatnya sering bersinggungan dengan rel kereta, masing-masing Desa Brak Sumari, Desa Setrohadi, Desa Tambakrejo, Desa Tumapel dan Desa Duduksampeyan.
Pada acara sosialisasi, pihak Dinas Perhubungan LLAJ Jawa Timur secara simbolis membagikan buku Undang-Undang perkeretaapian pada Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Andhy Hendro Wijaya dan Muspika Duduksampeyan. Selain itu, Dishub Jatim juga membagikan 10 unit sarana perlengkapan berupa rompi dan senter untuk penjaga palang pintu kereta api.
Mewakili Kepala Dinas Perhubungan LLAJ Jawa Timur, Kepala Seksi Rel Bidang Perkeretaapian dan LLASDP, Arjani mengatakan, tahun 2015 ini Dinas Perhubungan Jawa Timur mengalokasikan 5 proyek pembangunan palang pintu kereta api se Jawa Timur.
"Dari 5 pengajuan tersebut, 3 di antaranya dibangun di wilayah Duduksampeyan," katanya.
Menurut dia, tiga palang pintu KA itu rencananya akan dibangun antara bulan Juni – Juli 2015. Sebab, seperti kebiasaan proyek pemerintah dimulai sekitar bulan Juni-Juli.
"Pokoknya tidak lama lagi, palang pintu sudah dibangun," tandasnya.
Fahri, salah satu perwakilan pemuda asal Desa Setrohadi yang hadir dengan berpakaian pocong mengaku, merasa lega dengan kepastian pembangunan palang pintu kereta api di desanya. Dia yang duduk di deretan kursi nomor 2 dari depan berharap, agar tidak ada korban yang mati sia-sia lagi, karena tertabrak kereta api.
Baca Juga: Amankan Aset di Daop 7 Madiun, PT KAI Teken MoU dengan Kejari Tulungagung dan Kediri
"Mudah-mudahan kecelakaan kemarin yang terakhir," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News