SILATURAHIM: KH Sholeh Hayat, H. Agus Ubaidillah, bersama KH Kholili Abdul Jalil usai acara istighotsah Rebo Wekasan, di Krembung, Selasa (13/10) malam. foto: ist.
KH Kholili yakin tidak hanya dirinya yang mantap memilih Gus Muhdlor-Subandi. "Saat mengisi kajian di masjid, habis ngaji, saya jagongan sama ustadz-ustadz, sama takmir, alhamdulillah, tetap ke Gus Muhdlor-Subandi," tandasnya.
KH Kholili menegaskan, dirinya sudah banyak bertanya ke tokoh, baik struktural maupun kultural NU di Krembung. "Dan mereka menjawab, sepakat mendukung Gus Muhdlor-Subandi. Alhamdulillah Yai, Insyaallah tetap ke Gus Muhdlor-Pak Bandi," cetus KH Kholili menirukan jawaban para tokoh struktural dan kultural NU Krembung.
Sebelumnya, saat bertemu relawan Gus Muhdlor-Subandi tingkat kordes, di Desa Rejeni Krembung, Sabtu (10/10) lalu, Gus Muhdlor mengapresiasi kekompakan dan semangat yang terbangun di Krembung. PKB, NU, dan Banomnya sepakat bersama mendukung dan siap memenangkan Sidoarjo MAS.
Dalam silaturahim itu, Gus Muhdlor memaparkan 17 Program Sidoarjo MAS. Salah satunya komitmen mensejahterakan guru ngaji hingga guru madrasah diniyah (madin).
"Masalah madrasah diniyah, sudah masuk 17 program Sidoarjo MAS. Insentif guru harus dinaikkan sampai selayaknya. Peran guru ngaji sangat penting karena bisa membangun karakter anak didik yang mengaji," papar alumnus FISIP Unair ini.
Gus Muhdlor juga memaparkan program pemberdayaan kaum perempuan, yakni untuk membangkitkan dan memulihkan perekonomian warga Sidoarjo. Diantaranya Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma), beasiswa 10.000 mahasiswa, hingga BPJS Kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). (sta/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




