Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Silat Mancilan, ​Gus Ipul: Harus Jadi Icon Kota Pasuruan

Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Silat Mancilan, ​Gus Ipul: Harus Jadi Icon Kota Pasuruan Gus Ipul saat blusukan di Kampung Silat Mancilan Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (21/10/2020) malam. (foto: ist)

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Calon Wali Kota (Cawali) Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dinobatkan sebagai Warga Kehormatan Kampung Silat Mancilan Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Tak hanya itu, Gus Ipul juga mendapatkan sebuah buah tangan berupa pusaka kecil yang disiapkan oleh warga Mancilan.

Penobatan Gus Ipul sebagai Warga Kehormatan Mancilan ini dilakukan saat Gus Ipul blusukan menyapa masyarakat di kampung yang terkenal dengan Perguruan Pencak Silat Kuntu Mancilan tersebut, Rabu (21/10/2020) malam. Sebelum penobatan, Gus Ipul juga sempat berziarah ke Makam Pahlawan Untung Suropati yang berada di Mancilan.

Kedatangan Gus Ipul disambut meriah oleh masyarakat setempat, sekalipun penyambutan ini dilakukan sangat sederhana dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Gus Ipul disambut dengan penampilan Pencak Silat Kuntu khas Mancilan. Mulai dari pertarungan sesama pendekar, penampilan kekuatan dan kekebalan tubuh pendekar, dan lainnya.

Konon ceritanya, Pencak Silat Kuntu adalah perguruan pencak silat yang sudah melegenda dan sudah banyak menorehkan sejarah. Kuntu adalah kepanjangan dari Rukun Bersatu. Padepokan pencak silat yang beragam di Kota Pasuruan pada zaman dahulu, akhirnya bersatu dalam Pencak Silat Kuntu ini. Sayangnya, kesenian dan potensi khas Mancilan Kota Pasuruan ini sudah mulai tergerus zaman.

Popularitas Pencak Silat Kuntu khas Mancilan sudah mulai ditinggalkan. Bahkan, sudah mulai terpinggirkan seiring dengan perkembangan zaman. Uluran tangan pemerintah tidak pernah datang, dan membuat kesenian ini mulai ditinggalkan.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul mengaku siap menjadikan Pencak Silat Kuntu khas Mancilan ini menjadi salah satu icon Kota Pasuruan. Dikatakannya, dengan sejarah panjang, pencak silat ini adalah suatu warisan bangsa yang luar biasa. Maka dari itu, warisan ini harus dijaga dan dilestarikan.

Ia menyampaikan bahwa dirinya bersama Mas Adi, siap melestarikan Pencak Silat Kuntu ini ketika dipercaya dan diberi amanah memimpin Kota Pasuruan.

"Saya prihatin karena potensi yang benar-benar ada, nyata, dan sejarahnya panjang justru tidak diperhatikan. Justru dibiarkan tergerus zaman," kata Gus Ipul usai kegiatan, Rabu (21/10/2020) malam.

Ia sangat menyayangkan hal ini. Padahal, pencak silat ini sudah punya nama besar dan pendekarnya cukup banyak, bahkan ada yang masih hidup sampai sekarang.

"Kalau mendengar ceritanya miris. Mereka selama ini berjuang sendiri, bahkan tidak diberikan ruang ataupun kesempatan untuk tampil," sambung dia.

Gus Ipul menyebut, akan berusaha mempromosikan dan mengembalikan kejayaan pencak silat khas warga Mancilan ini ketika nanti terpilih sebagai wali kota Pasuruan.

"Akan kami carikan caranya. Tapi, sederhananya, kami akan menampilkan seni pencak silat khas warga Mancilan ini di acara-acara pemerintah. Harapannya, agar Kota Pasuruan juga dikenal sebagai salah satu basis pencak silat," urainya.

Gus Ipul mengakui bahwa sejak kecil dirinya memang suka dengan pencak silat. Namun, tidak menggelutinya, hanya sebatas suka menyaksikan pertandingan pencak silatnya.

"Bagi saya pencak silat ini menggambarkan bukan hanya sebatas olahraga, tapi kombinasi keindahan, kesenian, hiburan, dan nilai-nilai perjuangan," tuturnya.

Ia berjanji akan menjadikan pencak silat sebagai salah satu warisan budaya khas Mancilan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan.

"Jadi bukan hanya sekadar diminati saja, tapi nanti akan kami rumuskan bagaimana pencak silat juga bisa menjadi ajang kebolehan mengukir prestasi untuk Kota Pasuruan," tutupnya. (afa/zar)