Selasa, 01 Desember 2020 05:50

​Blusukan ke Pasar Kras dan Para Pelaku UMKM, Dhito Dicurhati Emak-Emak

Rabu, 28 Oktober 2020 16:39 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Blusukan ke Pasar Kras dan Para Pelaku UMKM, Dhito Dicurhati Emak-Emak
Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono saat dicurhati emak-emak pelaku usaha UMKM Desa Karangtalun, Kecamatan Kras. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Acara blusukan Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono yang akrab disapa Dhito ke Pasar Kras, Kabupaten Kediri, Rabu (28/10/2020), disambut antusias oleh emak-emak pedagang pasar. Dhito pun mengajak berbincang-bincang para pedagang itu. Setelah mendengarkan curhatan para pedagang, Dhito menyempatkan membeli beberapa barang yang dijual.

Selesai acara di Pasar Kras, Dhito melanjutkan blusukannya ke pelaku usaha yang tergabung dalam satu wadah UMKM Bunda Kreatif Desa Karang Talun Kecamatan Kras Kabupaten Kediri.

Di tempat ini pun, Dhito juga mendengarkan keluhan anggota UMKM Bunda Kreatif, salah satunya adalah belum memiliki izin usaha. "Kami ingin usaha kami ini ada izinnya gitu lho Mas Dhito," keluh Yuliatin, Ketua UMKM Bunda Kreatif.

Menanggapi keluhan tersebut, Dhito langsung memanggil timnya untuk mencatat dan akan dibantu menguruskan izinnya. "Semoga tidak sampai 3 hari, sudah selesai," kata Dhito kepada Yuliatin.

Calon Bupati Kediri yang didampingi Ikatan Pemuda Pemudi Karang Talun itu mengatakan bahwa dari data yang diterimanya, sebanyak 60 orang yang tergabung dalam UMKM Bunda Kreatif, baru 3 orang yang mempunyai izin usaha.

"Selalu saya sampaikan, pertama untuk UMKM harus punya izin. Kedua, yang sudah punya izin nanti kita akan memantau perkembangan usahanya dan diberikan pelatihan dengan menyesuaikan potensi dan perkembangan UMKM tersebut," ucap Dhito.

Menurut Dhito, bila kelak ditakdirkan menjadi bupati Kediri, pihaknya akan memberikan pelatihan-pelatihan mulai dari manajemen, produksi, kemasan, dan pemasaran.

"Kita juga harus melihat kekuatan produknya, kelemahan produknya, dan kesempatan produk yang kita jual bisa berkembang ini harus kita lihat. Saya juga akan meminta peran serta dan interaksi karang taruna untuk membantu memasarkan dan menjadi agen pemasaran untuk produk-produk UMKM di Karang Talun," ujar Dhito. Tak lupa, Dhito juga memborong produk UMKM seperti kripik pisang, jamu, dan lain-lain.

Usai mengunjungi pelaku UMKM di Desa Karang Talun, Dhito dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke Desa Kanigoro, juga di Kecamatan Kras. Di Desa Kanigoro ini, Dhito melihat dari dekat pembudidaya maggot atau pakan ikan dan burung.

Disinggung terkait Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tepat tanggal 28 Oktober ini, Dhito menjelaskan bahwa memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, adalah wujud dan bentuk peran positif pemuda.

Dhito menyampaikan bahwa satu hal yang paling mahal dari pemuda itu adalah idealis. Biasanya pemuda itu tidak punya kepentingan atau niatan yang macam-macam. "Kepentingannya pemuda hanya satu bagaimana caranya membangun dan berinovasi," ucapnya.

Dhito juga berpesan di momen Hari Sumpah Pemuda ini, kepada pemuda-pemuda yang ada di Kabupaten Kediri, agar tidak malu untuk ke pasar, sawah, dan terjun ke usaha UMKM.

"Dikarenakan, kelak pemuda Kabupaten Kediri yang akan membawa perubahan yang lebih baik dalam periode yang akan datang," pungkas Dhito. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...