Selasa, 18 Mei 2021 16:52

Prihatin Kondisi Seniman, FPK Jatim Surati Presiden

Kamis, 05 November 2020 11:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ardianzah
Prihatin Kondisi Seniman, FPK Jatim Surati Presiden
FPK Jatim ditemui Sri Hartini, Pejabat Dirjen Kebudayaan Bidang Pamong Budaya Kemendikbud RI.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Masih sulitnya gelaran acara seni budaya di tengah pandemi Covid-19 membuat beberapa seniman dan budayawan yang tergabung dalam Forum Pamong Kebudayaan Jawa Timur (FPK Jatim) berkirim surat kepada Presiden RI melalui Kemendikbud RI di Jakarta, Rabu (4/11) kemarin. Surat itu juga ditembuskan kepada Kapolri, Kemendikbud, dan Kemenparekraf.

Dalam suratnya, FPK berharap Pemerintah menerbitkan regulasi yang berpihak pada pelaku seni, dalam hal ini memberi ruang yang luas untuk seniman dalam berkarya. Sebab, sampai saat ini masih banyak acara kesenian dan kebudayaan yang dibubarkan di tengah jalan dengan alasan pandemi Covid-19. Mereka juga merasakan sulitnya mendapatkan izin pergelaran seni budaya. 

Ki Bagong Sabdo Sinukarto, Ketua FPK Jatim menyebutkan, saat ini sebenarnya sudah ada payung hukum berupa pencabutan Maklumat Kapolri dan Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri yaitu Menteri Pendidikan & Kebudayaan (Mendikbud) bersama Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Sayang aturan tersebut tidak sepenuhnya berjalan di tingkat kota dan kabupaten.

"Kedua regulasi tersebut tidak bisa diimplementasikan di daerah," ujarnya.

BACA JUGA : 

Ngobrol Bareng Seniman, Gus Ipul Ingin Kreativitas dan Pembangunan Kota Pasuruan Sejalan

Sambut Ramadan dan Gairahkan Ekonomi Kreatif, Nabasa Gelar Pameran Lukisan Satu Bulan

Berkah Perajin Barongan di Tengah Pandemi, Dapat Pesanan dari Hongkong dan Malaysia

Peringati HUT ke-17, Sanggar Daun Pamerkan 87 Karya Seni Siswa di Icon Mall

Di sisi lain, bantuan Pemerintah Pusat kepada para pelaku seni juga perlu disederhanakan. Mengingat, banyak pelaku seni yang kesulitan mendaftar. Bagi mereka yang namanya sudah tercantum pun, juga sulit melakukan pencairan karena rumitnya tata cara melalui sistem online. Ditamba lagi, tidak adanya pendampingan.

"Seniman tradisional rata-rata gaptek (gagap teknologi), sehingga perlu dipermudah cara pendaftaran dan cara pencairannya," pungkasnya.

Sementara itu, Sri Hartini Pejabat Dirjen Kebudayaan Bidang Pamong Budaya Kemendikbud RI, menyambut baik keluhan pelaku seni di daerah. Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada para pejabat di kota dan kabupaten yang berurusan dengan kebudayaan. Karena itu, keluhan ini akan menjadi bahan evaluasinya.

"Akan kami tindak lanjuti apa yang menjadi keluhan pelaku seni dalam kondisi seperti ini," ujar Sri Hartini di Gedung Kemendikbud.

Harapannya, tidak ada lagi pembubaran pergelaran, tidak ada kesulitan ketika meminta izin hajatan dan kegiatan budaya. (ard/par/rev)

Viral Emak-emak Damprat Kurir Online Shop: Blok-G*oblok
Selasa, 18 Mei 2021 00:40 WIB
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Video emak-emak mendamprat kurir jual beli online via sistem COD atau cash on delivery tengah ramai di media sosial. Si emak itu mengaku ditipu dengan paket yang isinya tidak sesuai dengan yang dipesannya via online sho...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Selasa, 18 Mei 2021 05:35 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan terkemuka, kembali menulis konflik keluarga bos Liek Motor, Like Moeljanto. Royce – anak Like Moeljanto –merasa mendapat karma karena perbuatan ayahnya yang suka adu ayam jago.Loh? Bukankah du...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...