Para pembicara - termasuk Sandiaga Uno - saat virtual Makers Talk, Sabtu (14/11). foto: Diyah Khoirun Nisa
"Selain itu mengajak komunitas pecinta sepatu, karena anggota komunitas banyak, sehingga bisa menjadi solusi. Namun, kita tidak bisa memaksa mereka untuk menggunakan produk anak bangsa karena memang tergantung pada pilihan mereka," ujarnya.
Owner OK OCE, Sandiago Uno menegaskan, produk dalam negeri ini bisa menjadi peluang di masa pandemi. Bagaimana bisa meniru masyarakat Korea yang selalu menggunakan produk dalam negeri. Sedangkan ketika masyarakatnya menggunakan produk luar, justru dianggap aneh. Hal tersebut berbeda dengan masyarakat Indonesia.
"Jadi kita harus meningkatkan kualitas supaya bisa bersaing dengan produk lain. Tentunya juga banyak melakukan inovasi seperti berkolaborasi mungkin, sehingga bisa bersaing. Juga bagaimana menciptakan produk selain terjangkau, tetapi berkualitas," terangnya.
Strategi kolaborasi menjadi salah satu pilihan optimis yang dapat memperkuat daya tahan bisnis. Sebagai bagian dari kampanye nasional #BanggaBuatanIndonesia, untuk semakin mendorong penjualan IKM, Kementerian Perindustrian meluncurkan kampanye #SemuanyaAdaDIsini.
Kemenperin mengajak bersama-sama berkolaborasi menghadapi krisis saat pandemi. Dengan melibatkan perajin dan merk lokal #IndonesiaMelangkah, Kemenperin berharap kampanye ini menjadi gerakan bersama industri alas kaki nasional bahu membahu dengan masyarakat untuk semakin mencintai, membeli, dan menggunakan produk lokal kebanggaan anak negeri.
Kampanye ini juga bertujuan untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan melahirkan Collaborative Movement, yakni kegiatan saling mendukung untuk nilai sosial sehingga menghasilkan dampak yang besar. (diy)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




