Kamis, 03 Desember 2020 17:24

Dokter di Lamongan Temukan Alat Minimalisir Kontak Tenaga Medis dengan Pasien Covid-19

Selasa, 17 November 2020 15:24 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Dokter di Lamongan Temukan Alat Minimalisir Kontak Tenaga Medis dengan Pasien Covid-19
Dokter Puskesmas Sekaran Kabupaten Lamongan, dr. Arif Cholifaturrohman dan alat temuannya. (foto: ist)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Didorong rasa keprihatinan atas banyaknya angka kematian tenaga medis di Indonesia akibat terpapar Covid-19, Cholifaturrahman, seorang dokter di Puskesmas Sekaran Kabupaten Lamongan membuat terobosan baru untuk meminimalisir terjadinya kontak antara tenaga medis dengan pasien suspek Covid-19.

Menurut dr. Arif Cholifaturrahman, alat tersebut adalah Infusion Monitoring Assistance (IMA) merupakan implementasi Internet of Medical Things (IoMT).

Infusion Monitoring Assistance atau IMA berfungsi memonitor terapi infus dari jarak jauh. IMA tersebut memiliki dua buah mikrokontroler, yaitu Attiny85 dan ESP32 serta sensor yang terdiri dari led infrared dan phototransistor,” kata dr. Arif Cholifaturrahman, Selasa (17/11/2020).

Arif Cholifaturrahman menyebutkan, hasil nilai analog dari sensor akan masuk ke Attin85 untuk dikomparasi saat ada tetesan atau tidaknya.

"Dan hasil dan komparasi nilai analog dari sensor akan menghasilkan sinyal digital yang akan masuk ke pin interrupt dari ESP32. Mikrokontraler ESP32 akan memproses data dan mengirimkan data ke bot Telegram," ungkapnya.

"Sehingga bisa memonitor infus melalui smartphone, tidak harus bolak-balik ke ruangan pasien untuk mengecek infus. Kemudian selain mengirimkan notifikasi ke Telegram, alat ini juga mengirimkan notifikasi dengan cara berbunyi," sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Arif Cholifaturrahman menjelaskan, dirinya bersama Ahmad Cholifa Fahruddin dalam membuat Infusion Monitoring Assistance (IMA) membutuhkan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu dengan biaya pembuatan satu buah alat, yaitu sebesar Rp 755 ribu.

"Ini semua saya buat sendiri, mulai dari hardware-nya, casing-nya juga bikin sendiri, saya gunakan 3D printing," pungkasnya. (qom/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...