Selasa, 18 Mei 2021 18:09

​Politisasi Agama Sumber Perpecahan, Jika Islam ke Arah Kanan atau Kiri Bakal Hancur

Jumat, 20 November 2020 16:47 WIB
Editor: MMA
​Politisasi Agama Sumber Perpecahan, Jika Islam ke Arah Kanan atau Kiri Bakal Hancur

JAKARTA. BANGSAONLINE.com - Agama sejatinya menjadi sumber kedamaian, inspirasi kemajuan dan kesejahteraan. Didakwahkan dengan jalan yang santun, saling menghargai dan meneduhkan, adalah cara terbaik yang harus dilakukan. 

Hal itu menjadi salah satu yang melatarbelakangi webinar bertajuk "Gaduh Politisasi Agama". Webinar ini digelar Moya Institute dan Organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Kamis (19/11/2020) sore.

Ketua Umum Nahdhatul Wathan Dr. TGB Zainul Majdi, Lc, MA mengaku tetap optimistis dengan dinamika politik terjadi saat ini. Pasalnya, mainstream kehidupan beragama umat Islam di Indonesia adalah moderat. 

Menurut dia, jika ada salah satu elemen masyarakat yang ingin membawa Islam ke arah "kanan atau kiri" maka akan hancur. Pasalnya, politik bangsa Indonesia adalah moderat.

BACA JUGA : 

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

​Selalu Sujud Syukur di Lapangan, Mohamed Salah Ubah Citra Islam di Eropa

​Dukung Pencalonan Komjen Listyo Calon Kapolri, Ketua PWNU Jatim: Umat Islam Harus Beri Teladan

Video Mahfud MD Berjoget Viral, Ini kata Menko Polhukam

"Yang diperlukan adaalah membawa nilai agama universal untuk dimasukkan dalam etika bernegara. Ajaran agama yang ideal harus diolah menjadi politik Negara yang membawa kemaslahatan umat. Perlu objektifikasi nilai agama dalam birokrasi Negara," ujar Zainul Madji, Ketua Umum OIAA Indonesia seusai menjadi narasumber di webinar.

Hal senada diutarakan ulama muda NU KH. Cholil Muhammad Nafis, Ph.D. Menurut dia, agama harus selaras dengan Negara. Ia menambahkan, agama tidak boleh terlalu jauh mencampuri urusan negara. Pasalnya, dalam menjalankan negara memiliki aturan dan begitu pula sebaliknya.

"Ada politik keadaban ketika agama dan negara berjalan beriringan. Keduanya saling melengkapi dan berkolaborasi. Bagaimana menjaga agama dan menciptakan kesejahteraan masyarakat,"terang Komisi Fatwa MUI ini.

Sementara itu, tokoh Muhammadiyah Dr. Imam Addaruquthni mengungkapkan perlunya harmonisasi antara agama dan demokrasi. Ia menambahkan, bahwa pendiri bangsa telah meletakkan dasar dalam bernegara.

"Bangsa Indonesia ini sebagai demokrasi gotong royong. Artinya, tidak bisa diselesaikan melalui kekuasaan, legitimate secara bersama ini. Ini adalah keunikan bangsa Indonesia dalam menjalankan Negara,"terangnya.

Wakil Direktur ICIS KH. Khariri Makmun, Lc, MA mengungkapkan perlunya mewaspadai politisasi agama. Pasalnya, dalam beberapa kasus bisa menimbulkan perpecahan, perang saudara, kehancuran dan lainnya.

"Politisasi agama perlu dihindari, karena dampaknya menjadi ancaman bagi keberlangsungan Bangsa. Menempatkan agama dan bangsa berjalan berdampingan dalam membangun kemajuan negara,"ujar Pengasuh Pesantren Algebra Internasional ini.

Direktur Moya Institute Hery Sucipto tampil sebagai host dalam acara webinar itu. Menurut dia, tidak jarang agama digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Bahkan, lanjutnya, nilai yang sakral berubah menjadi bias, memicu munculnya kegaduhan bahkan konflik horisontal.

"Politisasi agama di Indonesia pun kerap terjadi, khususnya menjelang pesta demokrasi (pilpres, pileg dan pemilukada). Tak ketinggalan, fenomena pulangnya pemimpin FPI Habib Riziq Shihab, membangkitkan sentimen agama, politik identitas, dan konservatifme. Ini menjadi bahasan tema dalam webinar ini," tandasnya. (tim)

Viral Emak-emak Damprat Kurir Online Shop: Blok-G*oblok
Selasa, 18 Mei 2021 00:40 WIB
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Video emak-emak mendamprat kurir jual beli online via sistem COD atau cash on delivery tengah ramai di media sosial. Si emak itu mengaku ditipu dengan paket yang isinya tidak sesuai dengan yang dipesannya via online sho...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Selasa, 18 Mei 2021 05:35 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan terkemuka, kembali menulis konflik keluarga bos Liek Motor, Like Moeljanto. Royce – anak Like Moeljanto –merasa mendapat karma karena perbuatan ayahnya yang suka adu ayam jago.Loh? Bukankah du...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...