Minggu, 24 Januari 2021 22:12

Kiai, Saya Punya Suami Tapi Nikah Lagi dengan Pria Lain, Sahkah Pernikahan Saya?

Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Editor: MMA
Kiai, Saya Punya Suami Tapi Nikah Lagi dengan Pria Lain, Sahkah Pernikahan Saya?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr Wb

Pak Kiai mohon penjelasan secara hukum Islam tentang kasus saya.

Sy seorang istri/ibu rumah tangga menikah dengan seorang laki-laki yang kini punya dua anak laki-laki.

Suami saya tak kerja dan hanya mengandalkan penghasilan dari judi adu merpati. Saya sumpek. Saya tiap hari jual nasi keliling. Ketika corona datang, usaha saya jualan nasi gak laku krn guru2 libur. Padahal usaha sy jualan nasi itu keliling dari sekolah ke sekolah.

Saya lalu minta cerai kepada suami saya karena dia malas. Bahkan dia menempati rumah milik orang tua saya. Tapi dia tak mau mencerai saya.

Suatu saat, saya kerja di warung kopi giras tapi kemudian dipecat. Saat itu saya linglung dan saya nangis di pinggir jalan. Tiba-tiba ada seorang bapak yang umurnya sudah tua bantu saya. Saya diajak ke rumah saudaranya. Di situ saya mulai tertarik pada lelaki yang sdh tua itu karena dia sangat perhatian pada saya.

Saya lalu diajak nikah. Saya mau. Sekarang saya bersama dia. Pertanyaan saya, sahkah pernikahan saya dengan dia? Karena saya masih punya suami tapi tak mau menceraikan saya.

Kalau tak sah, bagaimana dan apa yang hrs kami lakukan?

Mohon penjelasan Pak Kiai agar hati saya bisa tenang dan sah acr hukum Islam.

Sukmawati Surabaya.


Jawaban:

Wa'alaikumus salam wr. wb.

Saya harus menyampaikan rasa iba dan simpati terhadap problem hidup yang ibu hadapi. Walaupun demikian, saya harus menyampaikan hukum Islam (Fikih) terkait pertanyaan yang tentu terpisahkan dengan "problem keluarga" seperti yang ibu ceritakan.

Dalam kondisi apapun seorang perempuan seperti ibu yang masih dalam status terikat perkawinan dengan seorang laki-laki: HARAM dan TIDAK SAH melakukan perkawinan dengan laki-laki manapun. Ini karena dalam Islam perempuan hanya boleh punya satu orang suami. Perempuan HARAM dan TIDAK SAH berpoliandri.

Untuk itu, saya sarankan ibu menggugat cerai melalui Pengadilan Agama dengan alasan seperti ibu kemukakan. Insya Allah PA akan mengabulkan gugatan ibu. Jika ibu sudah pegang Akte Cerai, ibu wajib menjalani iddah selama 3 kali masa suci. Ini sesuai ketentuan Firman Allah "... para wanita yang dicerai itu menunggu masa "kebersihan" dirinya selama tiga kali suci.." (Qs. al-Baqarah: 228). Setelah ibu bisa kawin dengan laki-laki siapa pun dia.

Untuk itu, agar dapat mengurus perceraian dan menjalani iddah, ibu wajib keluar dari rumah laki-laki yang usianya jauh lebih dari ibu. Sebab hubungan ibu dengan dia itu ilegal dan perselingkuhan atau perzinahan yang masuk kategori dosa besar. Mohon bersabar sampai proses perceraian selesai. Wallahu a'lam. 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...