Selasa, 27 Juli 2021 23:25

​Bupati Terpapar Covid-19, Ribuan ASN-Anggota DPRD Gresik Belum Terima Gaji

Rabu, 13 Januari 2021 21:41 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Syuhud
​Bupati Terpapar Covid-19, Ribuan ASN-Anggota DPRD Gresik Belum Terima Gaji
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat memimpin upacara Hari Pahlawan, tahun 2016 lalu. foto: ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari tingkat rendahan sampai pejabat di lingkup Pemkab Gresik belum menerima gaji bulan Januari 2021 hingga Rabu (13/1/2021).

Kejadian serupa juga dialami oleh 50 anggota dan pimpinan DPRD Gresik. Mereka juga belum menerima gaji hingga Rabu (13/1/2021).

Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan membenarkan bahwa para ketua dan anggota DPRD belum menerima gaji bulan Januari 2021. "Belum cair," ujar Mujid kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (13/1/2021).

Menurut Mujid, belum cairnya gaji anggota DPRD Gresik lantaran Penggunaan Anggaran (PA) belum diteken oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto karena tengah menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit (RS) di Surabaya.

BACA JUGA : 

Percepat Herd Immunity, Bupati Gus Yani Latih 140 Nakes Hingga Siapkan Tempat Wisata untuk Vaksinasi

IKAPTK Gresik Bantu 3 Ton Beras Untuk Warga Terdampak PPKM Covid-19

Bupati Gus Yani dan Wabup Bu Min Salurkan 86.453 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19

Minta Penggunaan DD untuk Covid-19 Dioptimalkan, Bupati Gus Yani: Boleh Dibelikan Oximeter

Bupati Sambari menjalani perawatan di salah satu RS Surabaya setelah terkonfirnasi positif Covid-19 sejak 28 Desember 2020. "Jadi, nunggu Pak Bupati sembuh dulu (untuk teken PA, red)," terang Ketua DPC PDIP Gresik ini.

Sementara sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gresik juga membenarkan jika gaji PNS belum dicairkan hingga Rabu (13/1/2021) hari ini.

"Belum cair. Ini PNS di OPD yang saya pimpin tengah menunggu," ujar salah satu Kepala OPD yang meminta namanya tak dipublikasikan kepada BANGSAONLINE.com.

Dirinya mengatakan sampai saat ini belum menandatangi surat perintah mencairkan (SPM) gaji ASN. "Sampai sekarang saya belum teken SPM sebagai syarat untuk mencairkan (gaji ASN)," ungkapnya.

Belum cairnya gaji ASN hingga jelang pertengahan bulan ini dikeluhkan ASN di lingkup Pemkab Gresik, salah satunya SG. Kondisi ini membuat dirinya kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Ya mau bagaimana lagi. Gaji belum cair, kebutuhan keluarga jalan. Ya, terpaksa cari utangan dulu," katanya.

Ia berharap para petinggi Pemkab Gresik mengambil kebijakan dengan mencari solusi pencairan gaji ASN tanpa harus menunggu Bupati sembuh dari Covid-19. "Ya, harus dicarikan solusi, dan dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Sebab, ini menyangkut nasib ribuan ASN," terangnya.

Dia mengungkapkan, banyak ASN di lingkup Pemkab Gresik yang menggantungkan penghasilan dari ASN yang menurutnya kurang dari cukup. "Saya ini kan masih pegawai rendahan. Jadi, gaji saya itu ya cukup untuk makan dan biaya sekolah anak yang masih kecil. Kalau belum gajian seperti ini kan susah. Beda dengan yang ASN memiliki jabatan. Mereka masih punya stok tabungan banyak. Jika gaji belum cair seperti ini bisa ambil tabungan," pungkasnya.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Siswadi Aprilianto belum memberikan penjelasan soal belum cairnya gaji ASN. Dihubungi BANGSAONLINE.com melalui telepon, ia belum menjawab. (hud)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...