Menghadapi situasi ini, Bupati Arifin mengajak masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Pihaknya juga mengintensifkan operasi yustisi, di samping mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat agar memberikan imbauan tentang pentingnya penerapan 3M, menjaga imun, olahraga, serta memakan makanan yang bergizi.
Selain displin wilayah, Arifin mengajak agar seluruh masyarakat Trenggalek melakukan pembatasan atau pemilahan risiko di dalam keluarga dengan cara memasifkan tracing. Ia juga meminta kepada Sekda Trenggalek untuk segera menambah jumlah fasilitas asrama Covid-19 dan rumah sakit darurat.
Diketahui, saat ini jumlah rumah sakit darurat yang tersedia sebanyak 4 tempat yang tersebar di 4 puskesmas. Rencananya, akan ditambah 3 hingga 5 rumah sakit darurat dengan memanfaatkan bangunan sekolah.
"Kemudian nanti sebagai catatan, kita minta desa-desa menyiapkan satu tempat di desa masing-masing, jika asrama tidak memungkinkan," pintanya.










