Sabtu, 27 Februari 2021 14:04

Kadinkes Banyuwangi Pastikan Vaksin Sinovac Aman dan Halal

Jumat, 29 Januari 2021 17:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Kadinkes Banyuwangi Pastikan Vaksin Sinovac Aman dan Halal
Dokter Rio sedang divaksin.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono memastikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari China, Coronovac yang disuntikkan massal kepada seluruh nakes dan para pejabat serta tokoh di Banyuwangi, aman dan halal.

Menurutnya, vaksin Coronovac adalah virus Covid-19 yang sudah dimatikan. Artinya, ini adalah virus yang tidak aktif dan akan memicu antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus tanpa risiko penyakit serius.

"Aman atau tidak, kita pastikan aman," tegas Dokter Rio, panggilan akrab dr Widji Lestariono kepada wartawan saat vaksinasi di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi, Kamis (28/1/2021) kemarin.

Kendati demikian, bagi mereka yang telah mendapatkan suntikan vaksin pertama, belum bisa dipastikan akan kebal terhadap virus Covid-19.

"Vaksin hanya untuk memicu antibodi saja bagi penerima vaksin, dan tetap harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat meskipun sudah divaksin," tegasnya.

"Karena masih suntikan tahap pertama, hingga sampai dapat suntikan dosis kedua. Itu pun harus menunggu beberapa waktu," imbuhnya.

Rio menambahkan, vaksin tersebut sementara ini tidak diberikan kepada masyarakat yang di antaranya pernah terkena Covid-19 atau penyitas Covid-19, hipertensi, diabetes melitus, dan orang yang tidak masuk kelompok umur antara 18-59 tahun.

"Karena dasar pemikirannya, bagi penyitas Covid-19, mereka sudah punya antibodi sendiri meski belum diketahui seberapa besarnya antibodinya yang dimiliki karena setiap orang berbeda-beda. Mending diberikan kepada mereka yang belum memiliki antibodi sama sekali," terangnya.

Rio juga menjelaskan, bahwa penderita hipertensi dan diabetes tidak divaksin terlebih dahulu dikarenakan daya serap mereka terhadap vaksin kurang maksimal. Sedangkan untuk masyarakat di bawah 18 tahun dan di atas 59 tahun juga tidak diberikan vaksin, lantaran belum ada uji klinis kepada kelompok usia tersebut. "Mengingat juga stok vaksin yang ada terbatas," tambahnya.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan jika seluruh masyarakat yang masuk kriteria sudah divaksinasi seluruhnya, mereka yang tidak masuk kriteria seperti yang disebutkan di atas akan divaksin juga.

"Nanti jika sudah semua, mereka pun (kelompok yang tidak masuk kriteria) akan divaksin," pungkasnya. (guh/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...