Pengamat Politik: Jual Mahal, Risma akan Habis

Pengamat Politik: Jual Mahal, Risma akan Habis Risma. foto: bbc.co.uk

Jarwo, sapaannya, menegaskan, semua orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Tapi tidak semua itu bisa melakukan regenerasi kepemimpinan. Seorang pemimpin mampu menyiapkan kader sebagai penerus. Yang tidak kalah penting mampu menjadi pengayom bagi masyarakat.

"Pemimpin itu bukan ditakuti, tapi disegani," jelasnya.

Sayang, dia tidak berani menilai apakah Risma sudah memenuhi kriteria tersebut. Dia berdalih, sebagai akademisi harus berdiri di tengah-tengah. "Saya di tengah-tengah, saya ini netral, mohon maaf saya tidka berani menilai," tandasnya.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Surabaya Jamhadi menyatakan, Surabaya membutuhkan pemimpin yang mampu meningkatkan daya saing kota dan mengangkat kesejahteraan rakyatnya. Kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari daya beli. Selama lima tahun kepemimpinan Risma, daya beli warga Surabaya menunjukkan angka yang stagnan. Bahkan, neraca perdagangan Surabaya setiap tahun terus melorot.

"Walikota harus memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. Tidak sekedar dirinya yang baik," katanya.

Menurutnya, Surabaya tidak bisa dibangun oleh walikota saja. Perlu dukungan dari masyarakat dan stakeholder. Karena itu, komunikasi politik seorang walikota mutlak diperlukan.

"Walikota itu harus memiliki jaringan yang luas, karena walikota tidak akan mampu membangun Surabaya seorang diri," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO