Sabtu, 27 Februari 2021 13:27

Tanya-Jawab Islam: Pembagian Warisan yang Lambat Dilakukan dan Tidak Memiliki Anak

Sabtu, 06 Februari 2021 13:26 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya-Jawab Islam: Pembagian Warisan yang Lambat Dilakukan dan Tidak Memiliki Anak
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb. Pak Kiai yang saya muliakan. Saya ingin menanyakan mengenai pembagian hak waris. Bapak saya tiga bersaudara. Bapak saya A, Nyonya B, dan Nyonya C. Ny. B dan Ny. C punya aset rumah dan sudah dijual senilai Rp 1,5 miliar.

Ny B meninggal sebelum aset dijual dan tidak memiliki anak. Suaminya juga sudah meninggal sebelum Ny. C Meninggal. Almarhum Bapak saya sudah meninggal sebelum Nyonya B.

Almarhum Bapak Punya empat Anak Ny. D, Bpk. E, Bpk. M, dan Bpk S. Bagaimana pembagian hak waris dari penjualan aset tersebut?

Wassalamualaikum wr wb. (M Fitriadi, Jawa Timur).

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Semoga saya tidak salah memahami alur ceritanya. Dari penjelasan cerita di atas, asset Rp 1,5 miliar itu adalah milik Ny. B dan Ny. C. Ketika Ny. B meninggal, seharusnya harta aset itu sudah mulai dibagi kepada ahli waris, bukan dibiarkan berlarut-larut.

Cara pembagian yang mudah (terlepas dari janji dan akad di dalamnya), aset Rp 1,5 miliar dibagi menjadi dua, 750 juta milik Ny. B dan 750 juta milik Ny. C.

Ketika Ny. B meninggal, harta yang dibagi adalah sebesar 750 juta. Ahli warisnya adalah (1) suaminya, mendapatkan bagian ½ (separuh) karena tidak punya anak, dan (2) saudara perempuannya, yaitu Ny. C mendapatkan ½ (separuh) juga karena kalalah. Kalalah itu kondisi mayit tidak punya keluarga ke atas (bapak ibu) dan keluarga ke bawah (anak-anak).

Jika diperinci kembali, suami Ny. B berhak mendapatkan harta sebesar 750:2 = 375 juta. Dan Ny C berhak harta sebesar 375 juta juga.

Namun, Ny. C itu juga berhak atas harta 750 juta (harta pembagian aset bersama), maka Ny. C memiliki hak harta sebesar 375 juta + 750 juta sama dengan 1,125 M.

Bapak A tidak mendapatkan bagian apa-apa, sebab beliau meninggal sebelum Ny. B. Maka, seluruh anak dari Bpk. A tidak punya hak sedikit pun dalam aset Rp 1,5 miliar itu.

Oleh sebab itu, jika aset itu baru dijual sekarang seharga Rp 1,5 miliar, ahli waris yang berhak mendapatkan bagian adalah ahli waris dari suami Ny. B dan ahli waris dari Ny. C.

Ahli waris dari Bapak A tidak lagi punya hak atas aset itu. Demikan penjelasan secara singkat. Semoga benar dan tidak salah paham. Wallahu a’lam.

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...